China Perketat Ekspor Logam Tanah Jarang, Pasokan Global Terancam
China resmi memperketat ekspor logam tanah jarang, mewajibkan lisensi untuk produk dan teknologi terkait, termasuk bahan mentah dan magnet.

Kebijakan ini menimbulkan ketidakpastian besar di pasar global, mengancam pasokan industri elektronik, kendaraan listrik, dan militer. Langkah China juga memicu lonjakan saham perusahaan tambang AS, sementara negara lain mempercepat pengembangan sumber domestik.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran CRAZY CHINA.
China Batasi Pengiriman Logam Tanah ke Luar Negeri
China resmi memperketat ekspor logam tanah jarang dengan kebijakan baru yang mewajibkan lisensi untuk produk dan teknologi terkait. Peraturan ini diterapkan pada 9 Oktober 2025 dan mencakup bahan mentah, produk berbasis logam tanah jarang, serta teknologi pengolahan seperti ekstraksi dan produksi magnet.
Pemberlakuan aturan ini juga mencakup pengawasan ketat bagi perusahaan asing yang menggunakan logam asal China. Kementerian Perdagangan China menyatakan izin ekspor wajib diperoleh bahkan untuk produk yang diproduksi di luar negeri dengan bahan baku China.
Kebijakan itu diberlakukan menjelang pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di KTT APEC Korea Selatan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa China menggunakan kendali strategis atas logam tanah jarang sebagai alat tawar dalam negosiasi perdagangan, khususnya di tengah persaingan.
Kebijakan Ekspor Ketat China
Pengetatan kontrol ekspor logam tanah jarang oleh China menimbulkan ketidakpastian besar dalam rantai pasokan global. Produk seperti magnet tanah jarang yang sangat penting untuk kendaraan listrik, elektronik, dan peralatan militer berpotensi mengalami kelangkaan.
Keputusan China juga berdampak pada tingginya ketergantungan dunia pada produksinya, dengan sekitar 90 persen pasokan global berasal dari negeri tersebut. Ketiadaan kepastian izin ekspor menyebabkan perusahaan manufaktur sulit merencanakan produksi jangka panjang.
Selain menghambat sektor manufaktur, kontrol ekspor ini memperburuk ketegangan perdagangan antara China dan AS. Amerika menilai kebijakan ini sebagai bagian dari persaingan geopolitik yang menantang keamanan rantai pasok global. Dengan berbagai tekanan, beberapa negara mulai menggenjot pengembangan.
Baca Juga: Suzhou Gardens, Taman Klasik China yang Memikat Hati
Harga Saham Perusahaan AS Meningkat Tajam

Berita pengetatan ekspor China memicu kenaikan tajam saham perusahaan tambang logam tanah jarang dan mineral penting di AS. Saham USA Rare Earth melonjak 15 persen, NioCorp Developments naik 12 persen, dan Ramaco Resources meningkat 11 persen pada perdagangan Kamis (9/10). Lonjakan ini memberi sentimen positif bahwa AS.
Selain ketiga saham tersebut, energi dan bahan tambang lainnya seperti Energy Fuels dan Albemarle juga mencatat kenaikan signifikan. Para analis pasar melihat bahwa kebijakan China menjadi pemicu pasar untuk mengantisipasi percepatan pembangunan kapasitas pertambangan tanah jarang di AS.
Para investor melihat peluang bisnis besar di tengah keresahan pasokan global logam tanah jarang. Mereka berharap pemulihan rantai pasok domestik akan mengurangi risiko ketergantungan serta meningkatkan stabilitas pasar teknologi tinggi. Lonjakan saham perusahaan tambang ini menjadi indikator pasar terhadap perubahan geopolitik.
Prospek dan Tantangan Rantai Pasok Global
Ketegangan antara China dan AS terkait logam tanah jarang memperlihatkan betapa vitalnya komoditas ini dalam ekonomi teknologi modern. China memegang kendali besar atas produksi dan pengolahan yang menjadikan negara-negara lain sangat bergantung pada pasokannya.
Meski demikian, industri menghadapi tantangan besar karena kompleksitas teknis dan investasi tinggi yang dibutuhkan untuk menambang dan mengolah logam tanah jarang. AS dan beberapa negara lain sedang mempercepat proyek pengembangan tambang baru dan teknologi daur ulang demi menjaga supply chain agar tetap kokoh
Dengan dinamika geopolitik dan perdagangan yang terus bergeser, masa depan pasokan logam tanah jarang global masih penuh ketidakpastian. Namun yang jelas, penguatan rantai pasok domestik dan diversifikasi sumber menjadi kunci untuk mengurangi risiko ketergantungan berlebih pada satu negara.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita wisata dan teknologi China hanya di CRAZY CHINA.