PMI Asal Sukabumi Sakit di China, Minta Tolong KDM Dipulangkan ke RI

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Lanti (46) asal Sukabumi, Jawa Barat, saat ini tengah berada dalam kondisi kesehatan yang memprihatinkan di Shanghai, China.

PMI Asal Sukabumi Sakit di China, Minta Tolong KDM Dipulangkan ke RI

Video dan rekaman yang viral di media sosial memperlihatkan Lanti terbaring lemah sambil menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, agar membantunya dipulangkan ke Indonesia.

Dalam ungkapannya, Lanti menyebut bahwa ia mengalami penyakit serius dan tidak memiliki biaya yang cukup untuk menjalani pengobatan di China, sehingga sangat berharap dapat kembali ke tanah air untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih layak dan dekat dengan keluarga.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran .

tebak skor hadiah pulsa  

Permintaan Bantuan Kepada Pemerintah

Permintaan Lanti untuk dipulangkan mengarah kepada pejabat daerah dan lembaga resmi. Termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sering disingkat KDM di kalangan warga net.

Dalam video yang beredar, Lanti secara langsung menyebut nama Gubernur Dedi dan memohon untuk dibantu agar tubuhnya yang lemah bisa kembali ke Indonesia. Ia berharap ada upaya cepat dari pemerintah baik di tingkat provinsi maupun pusat untuk memfasilitasi proses pemulangan.

Permohonan ini mencerminkan situasi rentan yang kerap dialami oleh pekerja migran yang jatuh sakit di luar negeri. Banyak dari mereka bekerja tanpa jaminan kesehatan yang memadai. Sehingga ketika mengalami masalah kesehatan serius justru menghadapi beban biaya yang besar.

Permintaan Lanti bisa dimengerti sebagai usaha terakhir untuk kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang lebih aman serta terjangkau.

Perlindungan PMI yang Rentan di Luar Negeri

Kasus Lanti menjadi salah satu contoh dari dinamika lebih besar terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir terus memperluas upaya perlindungan bagi PMI yang mengalami kesulitan di luar negeri.

Menurut data terbaru, ratusan PMI mengajukan keinginan untuk dipulangkan ke Indonesia selama paruh pertama tahun 2025 karena beragam alasan. Termasuk kondisi kesehatan, masalah dokumen, dan eksploitasi.

Selain itu, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus bekerja sama dengan perwakilan diplomatik di berbagai negara untuk mengadvokasi hak PMI dan memfasilitasi repatriasi ketika diperlukan.

Perlindungan ini mencakup pemulangan pekerja sakit, penyelamatan korban perdagangan orang, hingga penanganan kasus eksploitasi tenaga kerja.

Baca Juga: Penemuan Tambang Emas Terbesar Senilai Triliunan Rupiah Di Tiongkok

Tantangan Pemulangan PMI yang Sakit

Tantangan Pemulangan PMI yang Sakit

Meski secara prinsip pemerintah berupaya membantu, proses pemulangan PMI yang sakit tidak selalu mudah dan cepat. Proses administratif, penanganan medis awal di luar negeri, serta koordinasi antarnegara seringkali menjadi tantangan tersendiri.

Kasus pemulangan pekerja sakit ke Tanah Air biasanya melibatkan KBRI atau Konsulat Jenderal Indonesia di negara setempat, yang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kesehatan PMI sebelum dipulangkan.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, PMI yang sakit di luar negeri berhasil dipulangkan ke Indonesia dengan dukungan konsulat atau pemerintah setempat.

Seperti yang terjadi pada beberapa PMI di Taiwan yang dirawat dan kemudian kembali setelah kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk bekerja lagi di luar negeri.

Harapan Keluarga dan Upaya Pemerintah

Keluarga Lanti di Sukabumi telah menyatakan keprihatinan atas kondisi kesehatan adik mereka. Mereka berharap pemerintah dapat segera turun tangan dan membantu proses pemulangan.

Tangisan dan harapan keluarga mencerminkan beban emosional yang dirasakan oleh keluarga pekerja migran ketika melihat anggota keluarganya menderita jauh dari rumah.

Pemerintah daerah maupun pusat umumnya akan meninjau kasus seperti ini melalui koordinasi dengan pemerintah negara tujuan serta perwakilan RI. Untuk mempercepat proses repatriasi.

Masyarakat juga memantau situasi ini melalui media sosial dan seruan publik agar kasus-kasus Pekerja Migran Indonesia mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari 20.detik.com
  • Gambar Kedua dari kumparan.com

Similar Posts