Prediksi Penjualan Mobil China 2026 Lampaui Pencapaian 2025
Industri otomotif China menunjukkan ambisi luar biasa menjelang 2026, dengan produsen mobil menetapkan target penjualan agresif berbeda-beda.
Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya fokus pada peningkatan volume penjualan tetapi juga pada inovasi kendaraan listrik (EV) dan ekspansi pasar global.
Berikut ini, CRAZY CHINA akan mencerminkan dinamika persaingan yang ketat serta komitmen untuk memimpin era kendaraan cerdas.
Strategi Berbeda Di Tengah Persaingan Ketat
Produsen mobil China mengadopsi pendekatan yang berbeda dalam menghadapi lanskap pasar yang semakin kompetitif. Grup otomotif tradisional memilih strategi konservatif, menargetkan pertumbuhan stabil 10-15%. Fokus utama mereka adalah memperdalam transisi menuju kendaraan listrik (EV) dan memperluas jangkauan pasar internasional.
Sebaliknya, perusahaan rintisan EV dan entitas teknologi yang baru memasuki sektor otomotif menunjukkan ambisi yang jauh lebih tinggi. Beberapa di antaranya menargetkan tingkat pertumbuhan mencapai 67,5%. Mereka berupaya memanfaatkan momentum positif dari tahun 2025 untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar di segmen kendaraan listrik cerdas yang terus berkembang.
Perbedaan strategi ini mencerminkan adaptasi terhadap kondisi pasar. Sementara pemain mapan ingin memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui elektrifikasi dan pasar global, pendatang baru mencari pertumbuhan eksplosif dengan fokus pada inovasi dan teknologi canggih. Kedua pendekatan ini secara kolektif mendorong kemajuan pesat di industri otomotif China.
Target Pertumbuhan Grup Otomotif Tradisional
Grup otomotif tradisional ternama telah menetapkan target pertumbuhan tahunan antara 10% dan 15%. Elektrifikasi menjadi pendorong utama dalam mencapai target penjualan ini, menandakan pergeseran signifikan dalam portofolio produk mereka. Mereka berinvestasi besar dalam penelitian dan pengembangan EV.
Geely Automobile, yang berhasil melampaui target 3 juta kendaraan pada tahun 2025, menargetkan penjualan 3,45 juta unit di tahun 2026, mencerminkan pertumbuhan sekitar 14%. Merek Geely sendiri akan menyumbang 2,75 juta unit, sementara Zeekr dan Lynk & Co menargetkan masing-masing 300.000 dan 400.000 unit. Kendaraan energi baru (NEV) menjadi prioritas utama Geely, dengan target 2,22 juta unit atau pertumbuhan 32%, meningkatkan penetrasi NEV dari 55,8% menjadi 64,3%.
Changan Automobile berencana menjual 3,3 juta kendaraan pada tahun 2026, meningkat 13,3%. Dari jumlah tersebut, kendaraan energi baru diperkirakan menyumbang 1,4 juta unit, tumbuh 26,2%. Perusahaan juga menetapkan target penjualan luar negeri yang ambisius sebesar 750.000 unit, menunjukkan pertumbuhan 17,7%. Chery Group menargetkan penjualan 3,2 juta kendaraan, naik 14,03% dari 2,806 juta unit pada tahun 2025, dengan rencana peluncuran 17 model utama di tahun 2026.
Baca Juga: Revolusi Keamanan! Polisi Masa Depan AI dan Robotik Mulai Patroli di China
Peran Elektrifikasi Dan Ekspansi Global
Elektrifikasi menjadi tulang punggung strategi pertumbuhan bagi sebagian besar produsen mobil China. Peningkatan penetrasi kendaraan energi baru (NEV) bukan hanya target internal tetapi juga respons terhadap permintaan pasar global yang terus berkembang. Investasi besar diarahkan untuk mengembangkan teknologi baterai dan infrastruktur pengisian.
Selain elektrifikasi, ekspansi ke pasar luar negeri juga merupakan komponen kunci dalam target pertumbuhan mereka. Produsen China semakin gencar menembus pasar internasional, dari Asia Tenggara hingga Eropa, dengan produk-produk EV yang kompetitif. Mereka melihat pasar global sebagai peluang besar untuk diversifikasi pendapatan dan membangun merek yang lebih kuat.
Strategi ini tidak hanya memperkuat posisi mereka di pasar domestik tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi pemain dominan di panggung otomotif global. Dengan fokus pada teknologi canggih dan jangkauan pasar yang luas, produsen mobil China siap bersaing dengan raksasa otomotif dari negara lain.
Inovasi Dan Masa Depan Kendaraan Cerdas
Inovasi menjadi landasan bagi perusahaan rintisan EV dan teknologi yang memasuki industri otomotif. Mereka berinvestasi pada teknologi kendaraan cerdas, termasuk fitur otonom dan konektivitas. Ini adalah upaya untuk tidak hanya mengikuti tren tetapi juga menciptakan standar baru dalam industri.
Li Xueyong, Wakil Presiden Eksekutif Chery Automobile, menyebutkan rencana peluncuran 17 model utama pada tahun 2026. Lima merek utama Chery akan bersama-sama memajukan elektrifikasi dan teknologi cerdas. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan produk inovatif yang memenuhi kebutuhan konsumen modern.
Dengan fokus pada kendaraan listrik cerdas dan teknologi mutakhir, industri otomotif China berambisi untuk tidak hanya memenuhi target penjualan tetapi juga membentuk masa depan mobilitas global. Mereka berusaha menjadi pemimpin dalam era kendaraan yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih terhubung.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari otomotif.sindonews.com
- Gambar Kedua dari id.mashable.com