|

China Ungkap Senjata Rahasia Baru, Sistem Gelombang Mikro Pemusnah Satelit!

China kembali mengejutkan dunia dengan mengembangkan senjata gelombang mikro baru yang berpotensi menghancurkan satelit di orbit rendah.

China Ungkap Senjata Baru Pemusnah Satelit

Perkembangan teknologi militer terus menampilkan inovasi mengejutkan, dengan China menjadi sorotan dunia. Laporan menyebut Tiongkok mengembangkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi yang berpotensi melumpuhkan atau menghancurkan satelit di orbit rendah, memicu kekhawatiran global terkait keamanan aset luar angkasa.

Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.

tebak skor hadiah pulsa  

Tiongkok Kembangkan Sistem Gelombang Mikro Penghancur Satelit

China dilaporkan sedang dalam proses pengembangan sebuah sistem penggerak gelombang mikro berdaya tinggi (HPM) yang canggih. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menargetkan dan menetralisir satelit di orbit Bumi rendah (LEO), termasuk konstelasi Starlink milik SpaceX yang semakin meluas. Teknologi ini menandai langkah signifikan dalam perang luar angkasa.

Sistem HPM yang diberi nama TPG1000Cs ini dirancang untuk merusak atau melumpuhkan fungsi satelit-satelit vital. Kemampuan ini menjadi perhatian serius bagi banyak negara yang mengandalkan satelit untuk komunikasi, navigasi, dan pengawasan militer. Potensi ancaman terhadap infrastruktur luar angkasa sangatlah besar.

Pengembangan TPG1000Cs menunjukkan ambisi China untuk menjadi kekuatan dominan di luar angkasa. Dengan teknologi ini, China berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer global, terutama dalam domain perang luar angkasa yang semakin krusial di era modern ini.

Kemampuan Dan Spesifikasi TPG1000Cs

TPG1000Cs memiliki kemampuan luar biasa untuk menghasilkan energi gelombang mikro hingga 20 gigawatt. Sistem ini dapat menembak secara terus-menerus selama 60 detik penuh. Angka ini menunjukkan peningkatan efektivitas yang signifikan dibandingkan sistem-sistem gelombang mikro sebelumnya yang pernah ada.

Salah satu fitur paling menonjol dari TPG1000Cs adalah kemampuannya untuk menghancurkan satelit LEO tanpa menghasilkan puing-puing luar angkasa yang berbahaya. Ini berbeda dengan metode penghancuran satelit konvensional yang seringkali menciptakan ribuan fragmen, berpotensi membahayakan satelit lain.

Sistem ini telah menjalani pengujian ekstensif, berhasil mencapai hingga 200.000 pulsa stabil. Kinerja yang solid dalam pengujian ini mengindikasikan kesiapan sistem untuk digunakan dalam skenario militer. Potensi penggunaannya dalam konflik masa depan menjadi sangat relevan.

Baca Juga: China Perkuat STEM di Sekolah, Siswa SD-SMA Harus Lebih Banyak Praktik

Inovasi Dari Institut Teknologi Nuklir Barat Laut

 Inovasi Dari Institut Teknologi Nuklir Barat Laut

Sistem TPG1000Cs merupakan hasil pengembangan oleh para peneliti terkemuka dari Institut Teknologi Nuklir Barat Laut (NINT). NINT dikenal sebagai salah satu pusat penelitian teknologi militer dan nuklir terkemuka di China. Keberhasilan ini menyoroti kapabilitas riset dan pengembangan mereka.

Penelitian di NINT seringkali berfokus pada teknologi yang memiliki aplikasi ganda, baik sipil maupun militer. Dalam kasus TPG1000Cs, fokusnya jelas pada kemampuan militer, khususnya dalam domain perang luar angkasa. Ini menunjukkan investasi besar China dalam teknologi pertahanan canggih.

Pengembangan sistem seperti TPG1000Cs oleh lembaga riset militer seperti NINT menggarisbawahi upaya strategis China untuk memperkuat kemampuan pertahanannya. Hal ini juga menegaskan kembali posisinya sebagai pemain kunci dalam perlombaan senjata global yang semakin kompetitif.

Implikasi Global Dan Kekhawatiran Keamanan

Pengembangan sistem TPG1000Cs menimbulkan kekhawatiran serius di tingkat global, terutama terkait potensi penggunaannya dalam konflik militer. Kemampuan untuk menonaktifkan satelit tanpa menciptakan puing-puing luar angkasa dapat mengubah dinamika perang modern. Ini mendorong urgensi untuk membahas regulasi penggunaan senjata luar angkasa.

Konstelasi satelit seperti Starlink, yang menyediakan layanan internet global, menjadi target potensial. Serangan terhadap satelit-satelit ini dapat memiliki dampak luas pada komunikasi, ekonomi, dan bahkan keamanan nasional. Hal ini menggarisbawahi kerentanan infrastruktur modern terhadap ancaman baru.

Munculnya teknologi ini menuntut dialog internasional yang lebih intensif mengenai etika dan batasan pengembangan senjata luar angkasa. Perlombaan senjata di luar angkasa dapat menciptakan ketidakstabilan baru dan meningkatkan risiko konflik global. Oleh karena itu, diplomasi dan perjanjian internasional menjadi sangat penting.

Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari tekno.sindonews.com
  • Gambar Kedua dari amanz.my

Similar Posts