Geger! China Ubah Sampah Jadi Cuan, Bukti Keajaiban Teknologi Ramah Lingkungan
China berhasil mengubah sampah menjadi cuan miliaran rupiah, membuktikan keajaiban teknologi ramah lingkungan yang inovatif dan efisien.
China mendorong ekonomi sirkular dengan memanfaatkan teknologi canggih dalam daur ulang. Inisiatif ini mengurangi limbah sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat. Dari tempat sampah pintar hingga platform barang bekas, inovasi ini membuktikan keberlanjutan dan keuntungan finansial bisa berjalan bersamaan.
Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.
Inovasi Daur Ulang Berbasis Teknologi
Di Hangzhou, sebuah tempat sampah daur ulang pintar telah merevolusi cara warga mendaur ulang. Dengan memindai kode dan memasukkan botol, Yuan Meirong berhasil menyelesaikan proses daur ulang kurang dari 10 detik dan langsung menerima 0,8 yuan. Kemudahan ini membuat daur ulang menjadi kegiatan yang praktis dan menguntungkan bagi masyarakat.
Tempat sampah pintar ini dioperasikan oleh Lovere, perusahaan daur ulang berbasis internet. Sejak uji coba diluncurkan pada Juli 2024, 870 unit dipasang di hampir 400 komunitas di Distrik Xihu, Hangzhou. Sistem ini memungkinkan warga mendaur ulang botol plastik, kardus, pakaian lama, dan wadah makanan dengan imbalan finansial langsung.
Kehadiran tempat sampah pintar ini menunjukkan bagaimana teknologi memonetisasi aliran limbah di kota-kota China. Teknologi mengubah pembuangan pasif menjadi partisipasi aktif masyarakat dalam ekonomi sirkular. Kepala Lovere Hangzhou, Zhang Yixiang, menyebut akurasi pemilahan mencapai 98,5 persen dengan volume daur ulang bulanan 1.000 ton.
Dampak Positif Dan Skala Bisnis
Lovere telah menempatkan lebih dari 50.000 unit tempat sampah di 38 kota dan mendaur ulang 2 juta ton barang untuk 30 juta pengguna. Di Distrik Xihu saja, warga telah menggunakan tempat sampah tersebut 2,58 juta kali dan menerima total 4,2 juta yuan. Pengguna dengan peringkat tertinggi bahkan telah mendaur ulang 9 ton sampah dan menghasilkan 5.400 yuan.
Zhang Kang, kepala operasional Lovere cabang Hangzhou, menjelaskan bahwa sensor pada tempat sampah mendorong pengangkutan hanya ketika sudah penuh. Material kemudian dikategorikan menjadi lebih dari 80 jenis di pusat pemilahan otomatis untuk dijual. Skala operasional yang besar ini menjadikan bisnis daur ulang sangat menjanjikan dan membawa keuntungan.
Pemerintah China juga mendukung penuh inisiatif ini, dengan Komite Sentral Partai Komunis China mengusulkan promosi ekonomi sirkular dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Hal ini menunjukkan komitmen serius negara dalam mengintegrasikan praktik daur ulang ke dalam pembangunan ekonomi dan sosial, menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Produksi Besar Tak Cukup! Ini Alasan China Masih Tertinggal Dari Amerika
Peran Platform E-commerce Dalam Konsumsi Hijau
Platform perdagangan barang bekas terkemuka China, Xianyu, milik raksasa internet Alibaba, juga berperan besar dalam ekonomi sirkular. Pada tahun 2025, rata-rata 7 juta barang bekas terdaftar setiap hari, dengan volume perdagangan harian naik 30 persen secara tahunan. Ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Ding Jian, CEO Xianyu, menyatakan bahwa setiap transaksi di platform adalah partisipasi pengguna dalam gaya hidup ramah lingkungan. Dari April 2024 hingga Maret 2025, pengguna Xianyu mengurangi emisi karbon sebesar 11,8 juta ton melalui perdagangan dan daur ulang. Angka ini setara dengan konsumsi listrik tahunan 7,4 juta rumah tangga.
Menurut Asosiasi Ekonomi Sirkular China, ekonomi sirkular menyumbang sekitar 30 persen dari pengurangan karbon negara tersebut dari 2021 hingga 2025. Proporsi ini diperkirakan akan meningkat menjadi 35 persen per 2030. Ini menunjukkan kontribusi signifikan ekonomi sirkular terhadap tujuan pengurangan emisi karbon nasional.
Layanan Jemput Daur Ulang Dari Rumah ke Rumah
Selain tempat sampah pintar, layanan daur ulang dari rumah ke rumah seperti “Huge” di Distrik Yuhang, Hangzhou, juga sangat populer. Warga seperti Chai Yuyong memuji layanan ini karena mengambil sofa dan meja lama secara gratis hanya dalam 20 menit setelah pemesanan melalui aplikasi. Ini sangat membantu bagi mereka yang kesulitan membuang barang besar.
Petugas dari Huge tiba dalam waktu satu jam untuk mengambil, menimbang, dan membayar barang-barang seperti peralatan rumah tangga lama. Pembayaran dilakukan dalam bentuk “koin hijau”, yang dapat ditukarkan menjadi uang tunai atau dibelanjakan di mal daring Huge, semakin mendorong konsumsi hijau. Perusahaan ini telah mengeluarkan koin hijau senilai hampir 500 juta yuan.
Hu Shaoping, wakil presiden Huge Recycle, menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir, perusahaan membangun rantai lengkap dari pengambilan sampah hingga pemanfaatan kembali sumber daya. Profesor Xu Lin dari Universitas Zhejiang menegaskan bahwa teknologi pintar membuat daur ulang dan konsumsi hijau semudah memindai ponsel, sehingga menjadi kebiasaan sosial.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari zonaebt.com