|

Ekstrem! Hot Pot ‘Kotoran’ Sapi Laris Manis di China, Rasanya Gimana?

Fenomena hot pot berbahan rumen sapi di China ini menarik perhatian karena dianggap ekstrem, namun justru laris dan bikin penasaran soal rasanya.

Hot Pot 'Kotoran' Sapi Laris Manis di China

Hot pot kotoran sapi atau niubie hotpot dari Provinsi Guizhou, China, viral karena bahan utamanya dari cairan isi perut sapi belum tercerna yang dicampur empedu. Hidangan tradisional suku Dong ini konon punya rasa unik mirip sup herbal meski terlihat menjijikkan bagi orang luar. Tren ekstrem ini jadi sorotan global lewat video Douyin.

Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Asal-Usul Tradisi Niubie Hotpot

Hot pot kotoran sapi berasal dari wilayah pegunungan Guizhou barat daya China, khas suku Dong. Bahan utama cairan rumen sapi mengandung serat rumput, klorofil, dan enzim pencernaan alami. Tradisi ini turun-temurun sebagai pemanfaatan total hewan sapi.

Sapi dianggap sumber nutrisi utama bagi masyarakat agraris Dong. Setiap bagian dimanfaatkan, termasuk rumen pertama yang kaya herbal dari pakan alami. Hidangan ini lahir dari kearifan lokal hemat sumber daya di daerah terpencil.

Sejarah mencatat niubie hotpot jadi makanan ritual panen atau penyembuhan tradisional. Konon dimasak saat musim dingin untuk hangatkan tubuh. Kini viral di media sosial sebagai kuliner ekstrem China modern.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Proses Pembuatan Yang Ribet

Rumen sapi segar dibersihkan lalu diperas untuk ambil cairan hijau kecokelatan kental. Campur empedu sapi mentah, daging iris tipis, jeroan, bawang putih, jahe, cabai Guizhou, dan daun bawang. Semua dimasukkan panci rebus mendidih.

Proses memasak mirip hot pot biasa selama 30-45 menit hingga kuah kental gurih. Api kecil jaga aroma herbal tetap kuat tanpa amis. Teknik fermentasi alami dari enzim rumen ciptakan rasa umami unik.

Penyajian pakai meja hot pot berlubang tengah, tamu celup daging mentah ke kuah hijau. Saus celup cabai dan kecap tambah pedas menyengat. Restoran Guizhou sajikan untuk turis petualang rasa.

Baca Juga: Krisis Besar! Perusahaan Mobil Listrik China Bangkrut, Gaji Pegawai Gagal Dibayar

Rasa dan Tekstur Yang Bikin Penasaran

 Rasa dan Tekstur Yang Bikin Penasaran

Penulis kuliner Lisa Cam bilang aroma niubie hotpot mirip sup herbal China, pahit ringan, manis rumput, dan gurih tanah. Tekstur kuah kental seperti sup jahe dengan serat halus menggigit. Tidak berbau tinja seperti bayangan orang awam.

Pahit awal dari empedu berubah manis herbal saat dicampur cabai panas. Daging sapi jadi empuk menyerap enzim rumen alami. Jeroan kenyal tambah dimensi tekstur unik yang bikin nagih.

Penguji bilang rasa aftertaste segar seperti makan sayur gunung. Efek hangat badan luar biasa cocok musim dingin. Meski ekstrem, 80% pencoba lokal klaim ketagihan setelah gigitan pertama.

Manfaat Kesehatan dan Kontroversi

Masyarakat Dong meyakini niubie hotpot mampu melembapkan paru-paru, meredakan batuk, dan menyehatkan pencernaan berkat kandungan klorofil serta enzim alami. Hidangan ini juga kaya vitamin B12 dari bakteri rumen yang membantu metabolisme energi. Tak heran, tradisi ini kerap dikaitkan dengan praktik pengobatan Tiongkok kuno yang menekankan keseimbangan tubuh.

Namun, kontroversi muncul akibat stigma “kotoran sapi” yang ramai dibahas di media Barat. Otoritas di China pun mengawasi ketat standar higienis, termasuk memastikan rumen berasal dari sapi sehat tanpa obat. Popularitas di Douyin memicu lonjakan wisatawan, meski juga diiringi protes terkait kebersihan secara global.

Di Indonesia, tradisi serupa dapat ditemukan pada hidangan pagit-pagit khas Karo yang juga menggunakan rumen sapi. Meski terdengar ekstrem, banyak yang justru menganggapnya sebagai camilan nikmat dengan cita rasa unik. Kuliner ini menjadi bukti bahwa budaya pangan terus berkembang melampaui batas selera umum.

Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari food.detik.com
  • Gambar Kedua dari food.detik.com

Similar Posts