Bikin Merinding! China Dan Jutaan Akun Trollnya Dalam Propaganda Online
Studi terbaru ungkap China menggunakan jutaan akun troll untuk propaganda digital, memengaruhi opini publik global secara masif.
China kembali menjadi sorotan dunia setelah studi terbaru mengungkap penggunaan jutaan akun troll untuk operasi propaganda digital. Strategi ini dinilai mampu memengaruhi opini publik secara luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
Bagaimana cara kerja troll army ini, apa dampaknya bagi kebebasan informasi, dan apa yang bisa dipelajari dari fenomena ini? Simak ulasan lengkapnya berikut hanya ada di CRAZY CHINA.
China Jadi Sorotan Peneliti Digital
China semakin menjadi sorotan dalam studi global tentang “troll army” atau pasukan siber yang digunakan untuk memengaruhi opini publik di era digital. Pakar komunikasi menilai fenomena ini bukan sekadar soal komentar di media sosial, tapi strategi terkoordinasi yang dapat membentuk persepsi masyarakat.
Menurut Rajib Nandy, Associate Professor Ilmu Komunikasi dan Jurnalisme dari University of Chittagong, troll army kini menjadi instrumen penting dalam propaganda politik karena kemampuannya menyebarkan narasi secara cepat dan luas.
Studi tersebut menunjukkan bahwa media sosial kini sering kali menjadi arena utama untuk membentuk opini publik, di mana narasi yang emosional dan berulang lebih mudah memengaruhi pandangan ketimbang argumen rasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Strategi Propaganda Di Ruang Digital
Dalam penelitiannya, Nandy menjelaskan bahwa rezim otoriter menggabungkan narasi nasionalisme dengan taktik penyebaran disinformasi dan polarisasi di ruang digital. Tujuannya adalah membentuk citra tertentu di kalangan publik dan memarginalkan kritik.
Troll army bekerja dengan menerbitkan berbagai konten yang tampak organik namun sebenarnya terkoordinasi. Konten ini dirancang untuk memicu emosi, memengaruhi percakapan, dan mengarahkan diskusi publik ke arah yang diinginkan.
Aktivitas semacam ini tidak hanya berefek pada warganet domestik, tetapi juga mencuat di platform internasional di mana diskusi politik dan sosial terjadi. Hal ini menunjukkan skala operasinya telah melewati batas geografis.
Baca Juga: Gila! Kereta Cepat China Bisa Melaju Bawah Laut, Teknologinya Bikin Takjub!
“50 Cent Party”: Contoh Troll Yang Terstruktur
China sebagai contoh utama menunjukkan kehadiran jaringan komentator pro‑pemerintah seperti yang dikenal netizen sebagai “50 Cent Party” atau Wumao Dang. Grup ini disebut memiliki jutaan akun yang berkontribusi dalam percakapan online untuk mendukung narasi tertentu.
Istilah ini muncul karena dulu dikaitkan dengan narasi bahwa para komentator digital tersebut “dibayar” untuk mempromosikan konten ramah pemerintah, meski jumlah yang sebenarnya dan apakah seluruhnya dibayar masih menjadi pembahasan.
Peran mereka bukan sekadar membela kebijakan pemerintah, tetapi juga mengaburkan kritik dengan memunculkan konten positif atau tidak relevan agar diskursus publik bergeser jauh dari isu sensitif.
Dampak Pada Diskursus Publik Global
Aktivitas troll army seperti yang diamati di China menunjukkan bagaimana narasi dapat diatur dan diseimbangkan untuk menciptakan konsensus yang tampak di ruang digital. Ini terjadi ketika suara berbeda di bawah tekanan digantikan oleh narasi mayoritas yang diarahkan.
Disinformasi dan manipulasi opini publik ini membuat diskusi yang seharusnya beragam menjadi homogen dan terkadang menyesatkan, karena konten yang berulang dianggap sebagai narasi mayoritas.
Fenomena ini memperlihatkan tantangan besar dalam mempertahankan ruang diskusi digital yang bebas namun tetap sehat, terutama ketika propaganda terkoordinasi memanfaatkan kekuatan platform media sosial.
Studi Dan Tantangan Masa Depan
Laporan tentang troll army ini menunjukkan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme operasi troll di era kecerdasan buatan. Dan teknologi otomatisasi konten.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa apa yang disebut troll factories kini bekerja seperti pusat panggilan. Campuran manusia dan mesin yang disokong algoritma untuk menghasilkan konten massal yang tampak alami.
Pemahaman yang lebih dalam tentang teknik ini menjadi kunci dalam merancang strategi pencegahan agar publik. Tetap mendapatkan informasi yang benar dan seimbang di tengah arus propaganda digital global.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA..
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari international.sindonews.com
- Gambar Kedua dari bbc.com