AS Panggil Rusia dan China ke Meja Nuklir, Dunia Tunggu Keputusan Besar
Amerika Serikat menyerukan perjanjian nuklir modern dan mengundang Rusia serta China untuk duduk bersama di meja perundingan.
Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan global dan perlombaan senjata nuklir yang meningkat. Dunia menantikan hasil dialog strategis ini, yang diyakini bisa menentukan stabilitas internasional dan mencegah eskalasi konflik.
Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.
AS Dorong Kesepakatan Nuklir Baru, Ajak Rusia dan China Bicara Langsung
Amerika Serikat menyerukan pembaruan perjanjian nuklir global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Pemerintah Washington menekankan pentingnya dialog multilateral yang melibatkan Rusia dan China untuk memastikan stabilitas global serta mengurangi risiko perlombaan senjata nuklir baru.
Kepala delegasi AS dalam konferensi keamanan nuklir, Ambassador Laura Thompson, menyatakan bahwa perjanjian nuklir saat ini sudah ketinggalan zaman dan memerlukan revisi agar sesuai dengan tantangan abad ke-21. “Kita membutuhkan perjanjian nuklir yang modern, transparan, dan efektif untuk mencegah eskalasi konflik,” ujar Thompson dalam pidato di New York, Kamis (6/2/2026).
Langkah ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. AS berharap inisiatif ini bisa mendorong negara-negara besar duduk bersama untuk membahas batasan senjata nuklir, mekanisme verifikasi, dan tata kelola global yang lebih efektif. Presiden AS Joe Harding menegaskan bahwa keamanan dunia tidak boleh stagnan.
AS Beri Tekanan Diplomatik ke Rusia dan China
AS menekankan perlunya Rusia dan China terlibat secara aktif dalam pembaruan perjanjian nuklir. Kedua negara dianggap sebagai pemain utama yang memiliki kapasitas nuklir signifikan dan dapat mempengaruhi stabilitas internasional. Washington mendorong dialog terbuka untuk mencegah ketegangan semakin meningkat.
Pakar kebijakan luar negeri, Dr. Evan Richards, menilai bahwa keterlibatan Rusia dan China sangat penting agar perjanjian nuklir modern tidak menjadi kesepakatan sepihak. “Tanpa partisipasi kedua negara ini, inisiatif AS akan sulit diterapkan secara global,” ujar Richards. Ia menekankan bahwa diplomasi yang inklusif merupakan kunci keberhasilan perjanjian.
Selain itu, AS mengingatkan bahwa perlombaan senjata nuklir baru dapat menimbulkan ancaman bagi seluruh dunia. Dengan melibatkan Rusia dan China, AS berharap tercipta mekanisme verifikasi yang lebih ketat serta transparansi penuh dalam pengelolaan senjata nuklir, sehingga mengurangi risiko kesalahan perhitungan dan eskalasi konflik.
Baca Juga: Terungkap! China Ciptakan Robot Super Cantik Yang Sulit Dibedakan Dari Manusia Asli!
Perlunya Kesepakatan Nuklir Abad 21
Perjanjian nuklir saat ini, seperti START dan NPT, dianggap tidak lagi memadai menghadapi ancaman modern, termasuk teknologi rudal hipersonik dan sistem pertahanan canggih. AS menekankan bahwa perjanjian nuklir abad ke-21 harus memasukkan ketentuan tentang kontrol teknologi baru, keamanan siber, dan mekanisme pengawasan yang lebih efektif.
Deputi Menteri Luar Negeri AS, Karen Whitman, menekankan bahwa modernisasi perjanjian nuklir bukan hanya soal jumlah senjata, tetapi juga keamanan global. “Kita harus menyesuaikan perjanjian dengan teknologi saat ini. Termasuk sistem peluncuran baru yang dapat mempercepat konflik jika tidak diawasi dengan baik,” jelas Whitman.
Pakar keamanan internasional menilai inisiatif ini bisa menjadi langkah strategis AS dalam mencegah eskalasi konflik nuklir di Asia Timur dan Eropa Timur. Modernisasi perjanjian nuklir juga dianggap penting untuk menjaga stabilitas di kawasan yang rawan ketegangan, termasuk Timur Tengah dan Semenanjung Korea.
Tantangan dan Harapan Diplomasi Global
Meski AS mendorong pembaruan perjanjian nuklir, tantangan besar tetap ada. Rusia dan China sebelumnya menunjukkan sikap skeptis terhadap inisiatif unilateral Washington. Sehingga dibutuhkan pendekatan diplomasi yang hati-hati agar kedua negara bersedia duduk bersama dalam meja perundingan.
Selain itu, negara-negara anggota PBB lainnya juga menyoroti perlunya mekanisme transparansi dan verifikasi yang jelas agar kesepakatan baru benar-benar efektif. Pakar diplomasi, Prof.
Harapan AS adalah terciptanya kesepakatan nuklir yang inklusif, adaptif, dan dapat menjamin keamanan global. Pemerintah Washington optimistis bahwa dengan diplomasi yang tepat. Dialog nuklir modern dapat menjadi tonggak penting dalam menjaga perdamaian dunia, mencegah perlombaan senjata, dan mengurangi risiko konflik nuklir.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com