China Bangun Jaringan Kereta Cepat Terpanjang di Dunia, Target 60.000 KM!
China menargetkan pembangunan jaringan kereta cepat terpanjang dunia, mencapai 60.000 kilometer, memperkuat konektivitas nasional dan global.
China kembali mencuri perhatian dunia dengan ambisi infrastruktur raksasanya. Negeri Tirai Bambu ini berencana memperluas jaringan kereta cepat hingga 60.000 kilometer dalam lima tahun, menghubungkan seluruh penjuru negeri dan menegaskan posisinya sebagai pemimpin global transportasi berkecepatan tinggi.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang wisata dan berita seputaran CRAZY CHINA.
Ambisi Raksasa China, 60.000 KM Jalur Kereta Cepat
China State Railway Group, operator kereta api nasional China, telah merilis cetak biru pengembangan jaringan rel hingga tahun 2030. Dalam dokumen tersebut, China menargetkan total panjang rel kereta mencapai 180.000 kilometer. Angka ini mencerminkan skala proyek yang monumental, menunjukkan tekad kuat China dalam memajukan sistem transportasi daratnya.
Secara khusus, sektor kereta cepat menjadi fokus utama. China mematok target fantastis untuk panjang lintasan kereta cepat mencapai 60.000 kilometer. Ini berarti jalur kereta cepat akan membentuk sepertiga dari total jaringan rel kereta di seluruh China, menandakan prioritas tinggi yang diberikan pada transportasi modern dan efisien ini.
Pernyataan dari China State Railway Group, seperti yang dikutip dari SCMP pada Selasa (6/1/2026), menegaskan, “China telah membangun jaringan kereta api cepat terbesar di dunia.” Hal ini bukan sekadar klaim, melainkan fakta yang didukung oleh data dan pencapaian luar biasa dalam pembangunan infrastruktur.
Lonjakan Pertumbuhan Jaringan Kereta Cepat
Periode 2021 hingga 2025 menjadi saksi bisu lonjakan signifikan dalam pengembangan lintasan kereta cepat di China. Dalam rentang waktu tersebut, panjang jalur kereta cepat melonjak hampir 33%, dari semula 37.900 kilometer menjadi 50.400 kilometer. Angka ini menunjukkan percepatan pembangunan yang impresif.
Tidak hanya kereta cepat, keseluruhan jaringan kereta api di China juga mengalami pertumbuhan substansial. Total panjang rel meningkat 12,8%, dari 146.300 kilometer menjadi 165.000 kilometer. Ekspansi ini mencerminkan upaya komprehensif untuk meningkatkan konektivitas dan kapasitas transportasi di seluruh negeri.
Menurut Lembaga Industri Kereta Api Global (UIC), panjang lintasan kereta cepat di China saat ini sudah mencakup lebih dari 70% dari total lintasan kereta cepat di seluruh dunia. Dominasi ini menggarisbawahi peran sentral China dalam memimpin inovasi dan pembangunan infrastruktur kereta cepat global.
Baca Juga: Ketegangan AS–Venezuela Memanas, Xi Jinping Sebut Dunia Alami Turbulensi
Inovasi Teknologi Dan Tantangan Profitabilitas
Selain penambahan panjang lintasan, China State Railway Group juga berencana mempercepat inovasi teknologi hingga tahun 2030. Salah satu proyek ambisius termasuk merampungkan desain dan uji coba operasional kereta yang mampu melaju hingga 400 km/jam. Ini akan menjadi terobosan besar dalam kecepatan dan efisiensi transportasi.
Namun, di balik ambisi besar ini, rencana tersebut dinilai masih menemui tantangan signifikan. Para analis mewanti-wanti soal beban utang yang sangat besar dan tingkat profitabilitas proyek-proyek kereta cepat. Skala investasi yang dibutuhkan sangat masif, menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan finansial jangka panjang.
Meskipun demikian, data terbaru menunjukkan adanya perbaikan kondisi keuangan China State Railway Group. Pada akhir tahun 2025, rasio utang terhadap aset perusahaan turun tipis ke angka 62,5%. Di sisi lain, pendapatan perusahaan mencetak sejarah, menembus 1,02 triliun yuan atau naik 3,1% secara tahunan, memberikan secercah harapan bagi profitabilitas.
Masa Depan Konektivitas China
Ekspansi jaringan kereta cepat ini akan mengubah lanskap transportasi China secara fundamental. Masyarakat akan menikmati konektivitas yang lebih cepat dan efisien antar kota, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memfasilitasi mobilitas penduduk. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Visi China untuk membangun jaringan kereta api terpanjang di dunia mencerminkan strategi pembangunan nasional yang berorientasi pada infrastruktur modern dan berteknologi tinggi. Dengan target yang jelas dan progres yang terukur, China terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam inovasi transportasi.
Proyek ini tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang penguatan identitas nasional dan peningkatan kualitas hidup. Melalui kereta cepat, China semakin menyatukan wilayahnya, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka peluang baru bagi pengembangan daerah-daerah terpencil.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita terkini, wisata dan teknologi China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari finance.detik.com
- Gambar Kedua dari probolinggo.times.co.id