China Blokir Pembangunan Pabrik Baja Baru sampai 2030
Pemerintah China mengumumkan larangan penambahan kapasitas produksi baja baru hingga 2030 sebagai langkah strategis untuk menstabilkan pasar.
China mengumumkan pengendalian produksi baja mentah dan pelarangan penambahan kapasitas baru ilegal selama 2026–2030, sebagai bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 untuk membatasi emisi karbon dan mengatasi kelebihan kapasitas di industri baja terbesar dunia. Dibawah ini kamu bisa mengetahui berbagai informasi dan berita menarik lainnya tentang seputaran CRAZY CHINA.
Produksi Baja China Anjlok, Tantangan di Tengah Krisis Properti
Pada 11 bulan pertama 2025, produksi baja mentah China turun 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 892 juta ton. Tren ini menunjukkan bahwa total produksi sepanjang 2025 diperkirakan akan turun di bawah 1 miliar ton, yang menjadi titik terendah dalam enam tahun terakhir.
Penurunan produksi terjadi di tengah lesunya sektor properti domestik yang berkepanjangan, sektor yang merupakan salah satu konsumen utama baja. Kelesuan ini tidak hanya memengaruhi konsumsi baja dalam negeri. Tetapi juga memperparah masalah kelebihan kapasitas yang telah lama membebani industri.
Penurunan produksi dan konsumsi mendorong China mengatur kapasitas, meningkatkan efisiensi, dan beralih ke industri baja ramah lingkungan. Sekaligus berpotensi memengaruhi harga dan pasokan baja global karena statusnya sebagai produsen terbesar dunia.
Ketidakseimbangan Pasokan Industri Bahan Baku China
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) China menyatakan bahwa industri bahan baku, termasuk baja. Saat ini menghadapi ketidakseimbangan signifikan antara pasokan dan permintaan.
Kondisi ini menimbulkan tekanan bagi produsen untuk menyesuaikan kapasitas produksi dan efisiensi operasional. NDRC menekankan perlunya memperdalam reformasi sisi penawaran selama periode 2026–2030, mendorong prinsip seleksi alam atau survival of the fittest. Di mana hanya perusahaan yang kompetitif dan efisien yang mampu bertahan.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan industri bahan baku yang lebih sehat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap fluktuasi pasar global. Sekaligus meningkatkan daya saing sektor strategis ini dalam jangka panjang.
Baca Juga: China Jatuhkan Sanksi ke Boeing Usai AS Jual Senjata ke Taiwan
Ekspor Baja China Terus Menguat
Sejak 2023, ekspor baja China tetap kuat, menutupi sebagian penurunan permintaan domestik, dengan kenaikan 6,7% menjadi 107,72 juta ton pada Januari–November 2025, menunjukkan ketahanan industri di pasar internasional.
Ekspor baja China yang tinggi memicu proteksionisme global, dengan beberapa negara memberlakukan tarif dan kuota impor untuk melindungi produsen lokal, menandai tantangan diplomasi perdagangan bagi China.
Proteksionisme global dapat memengaruhi perdagangan dan harga baja dunia, serta memaksa China dan produsen lain menyesuaikan strategi menghadapi persaingan internasional.
China Terapkan Sistem Perizinan Ekspor Baja
Menanggapi tekanan global terhadap industri baja, pemerintah China pada pertengahan Desember mengumumkan rencana penerapan sistem perizinan ekspor yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.
Sistem ini mencakup sekitar 300 produk terkait baja dan bertujuan mengatur aliran ekspor secara lebih ketat. Eksportir diwajibkan mengajukan permohonan izin ekspor berdasarkan kontrak ekspor yang sah, disertai sertifikat inspeksi kualitas dari produsen.
Langkah ini diharapkan meningkatkan kontrol pemerintah terhadap perdagangan bahan baku strategis, memastikan standar kualitas produk. Serta menjaga stabilitas pasokan dalam negeri di tengah fluktuasi pasar global.
China Atur Produksi Baja untuk Netralitas Karbon
China mengendalikan produksi baja untuk mengatasi kelebihan kapasitas sekaligus mendukung target netralitas karbon 2060, menghentikan pertumbuhan produksi baja mentah sejak 2021 guna membatasi emisi industri.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Ekonomi Bisnis
- Gambar Kedua dari Kontan Internasional