China Bocorkan Alasan Kuat Tolak Perubahan Rezim di Iran, No Intervensi
China mengungkap empat alasan kuat menolak perubahan rezim di Iran melalui intervensi militer di tengah konflik AS‑Israel.
Menlu Wang Yi menekankan bahwa usaha mengganti pemerintahan tidak mendapat dukungan rakyat dan hanya akan memperburuk ketegangan di Timur Tengah. Beijing menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan, penghentian operasi militer, dan solusi diplomatik. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di CRAZY CHINA.
China Tolak Intervensi di Iran
China memperingatkan agar tidak ada pihak yang berupaya melakukan perubahan pemerintahan di Iran di tengah serangan AS-Israel yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa langkah seperti revolusi “warna” atau upaya mengganti pemerintahan tidak akan mendapat dukungan rakyat Iran.
“Merencanakan revolusi ‘warna’ atau mengupayakan perubahan pemerintahan tidak akan mendapat dukungan rakyat,” kata Wang Yi dalam konferensi pers di sela pertemuan tahunan penting di Beijing, seperti dilaporkan oleh kantor berita Xinhua milik pemerintah pada hari Minggu.
Pernyataan ini menegaskan posisi China yang konsisten dalam menghormati kedaulatan negara lain dan menolak intervensi eksternal, terutama dalam konteks konflik bersenjata dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Upaya China Redam Konflik Timur Tengah
Wang Yi menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Iran dan semua negara, serta menuntut penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi konflik. Menurutnya, konflik bersenjata hanya akan menimbulkan krisis baru dan memperburuk situasi di kawasan.
“Ini adalah perang yang seharusnya tidak terjadi, dan ini adalah perang yang tidak menguntungkan siapa pun. Kekerasan tidak memberikan solusi, dan konflik bersenjata hanya akan meningkatkan kebencian,” ujarnya.
China mengingatkan komunitas internasional bahwa upaya memaksakan perubahan rezim melalui kekerasan akan membawa kerugian jangka panjang, bukan hanya bagi Iran, tetapi juga bagi stabilitas regional dan global.
Baca Juga: Wow! Baterai Mobil Listrik Asal China, Sekali Isi Bisa Tempuh 1.000 Km!
Tinju Kuat Tidak Berarti Akal Kuat
Wang Yi menekankan bahwa rakyat Timur Tengah adalah penguasa sejati kawasan ini, sehingga urusan internal harus ditentukan secara independen oleh negara-negara di sana. Ia menegaskan agar tidak ada campur tangan eksternal dalam masalah internal negara lain.
“Tinju yang kuat tidak berarti akal yang kuat. Dunia tidak dapat kembali ke hukum rimba,” katanya kepada wartawan. Pernyataan ini menekankan bahwa kekuatan militer tidak bisa menggantikan diplomasi dan kebijakan yang bijaksana dalam menyelesaikan konflik.
China menegaskan pentingnya pendekatan yang menghormati hak rakyat lokal, menolak dominasi kekuatan asing, dan menekankan dialog sebagai jalan utama untuk menyelesaikan perbedaan.
Kembali ke Meja Perundingan
Menteri Luar Negeri China mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk kembali ke meja perundingan secepat mungkin. Menurut Wang Yi, dialog dan diplomasi adalah jalan paling efektif untuk mencapai keamanan bersama dan mencegah kekerasan lebih lanjut.
“Kami mendorong semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, bukan melalui kekerasan. Perdamaian hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan negosiasi yang jujur,” ujarnya.
China menekankan komitmennya untuk mendorong solusi diplomatik di Timur Tengah, sekaligus mengingatkan komunitas internasional bahwa campur tangan militer tidak akan membawa hasil yang menguntungkan. Pendekatan multilateral dan menghormati kedaulatan negara menjadi kunci untuk mengurangi ketegangan di kawasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari international.sindonews.com
- Gambar Kedua dari international.sindonews.com