China dan Iran Tunjukkan Kekuatan Laut, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Ketegangan geopolitik memanas saat China mengerahkan kapal perang ke perairan strategis Timur Tengah dan Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz.

Pasokan Minyak Dunia Terancam

Situasi ini memicu kekhawatiran soal gangguan rute energi utama, potensi lonjakan harga minyak, dan dampak besar terhadap ekonomi dunia serta stabilitas pasar energi internasional.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang berita seputaran .

tebak skor hadiah pulsa  

China Perkuat Armada di Timur Tengah Amid Ketegangan

Di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, sejumlah kapal perang China dilaporkan hadir di kawasan strategis sekitar Selat Hormuz dan Teluk Oman. Kehadiran kapal perang ini dianggap bagian dari dorongan Beijing untuk memperkuat pengaruhnya di wilayah yang selama ini didominasi oleh kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Meskipun belum ada pengumuman resmi terbaru dari Beijing mengenai pengerahan armada baru. Untuk mendukung latihan tertentu di awal 2026, sejarah pengiriman kapal perang China ke Teluk Oman termasuk destroyer dan kapal logistik mencerminkan strategi Beijing untuk memperluas pengaruhnya di jalur laut utama serta memupuk hubungan militer.

Beberapa analis menilai bahwa kehadiran kapal perang China di kawasan ini juga berfungsi sebagai bentuk pencegah terhadap dominasi militer satu kekuatan tunggal, yang sering kali diwakili oleh Amerika Serikat.

Iran Gelar Latihan Militer Besar di Selat Hormuz

Sementara itu, Iran melanjutkan persiapan latihan ­“live‑fire” yang dijadwalkan berlangsung di Selat Hormuz, salah satu jalur minyak dan gas paling penting di dunia, pada awal Februari 2026. Media Iran menyebut jajaran angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam akan melakukan latihan.

Pemerintah AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) telah memperingatkan bahwa latihan itu harus dilakukan secara aman dan profesional. Serta tidak mengganggu lalu lintas maritim internasional yang melintasi kawasan tersebut. Peringatan ini juga mencakup penegasan bahwa setiap perilaku yang dinilai membahayakan tidak akan ditoleransi.

Selat Hormuz merupakan titik strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Kondisi ini membuat latihan militer di kawasan tersebut menjadi perhatian banyak negara, terutama yang bergantung pada energi dari Timur Tengah.

Baca Juga: China Habisi 11 Bos Mafia Scam, Kekayaan Triliunan Rupiah Disita!

Respons Para Raksasa Dunia dan Pemain Kawasan

Respons Para Raksasa Dunia dan Pemain Kawasan

Kehadiran militer China dan latihan Iran terjadi di tengah pergeseran geopolitik yang lebih luas. Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan kapal induk dan kapal perang lain ke kawasan. Menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas dan sekutu di Timur Tengah. Jepang dan beberapa negara Eropa.

Latihan militer yang melibatkan China, Rusia, dan Iran sebelumnya disebut sebagai “Security Belt” merupakan latihan rutin yang sudah berlangsung beberapa kali sejak 2019. Tujuan latihan tersebut adalah memperkuat kerjasama antar angkatan laut negara‑negara tersebut. Serta menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan yang sangat vital secara ekonomi.

Di sisi lain, AS dan sekutunya menilai bahwa peningkatan aktivitas militer di kawasan. Dapat meningkatkan risiko konflik tak terduga jika komunikasi dan protokol keselamatan tidak ditegakkan secara ketat. Ketegangan ini mencerminkan persaingan strategis antara kekuatan besar di arena global, yang diproyeksikan melalui kekuatan laut.

Ancaman bagi Jalur Laut dan Perekonomian Dunia

Selat Hormuz bukan hanya pusat latihan militer, tetapi juga rute vital bagi perdagangan energi dunia. Penutupan atau gangguan hebat di jalur ini dapat berimbas langsung pada pasokan minyak global. Menciptakan volatilitas pasar energi dan kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.

Negara‑negara produsen minyak di Teluk telah menekankan perlunya menjaga stabilitas maritim untuk memastikan aliran energi berjalan tanpa hambatan. Meski latihan militer dianggap sebagai hak setiap negara, pemerintah dan perusahaan energi internasional. Menuntut penegakan norma‑norma internasional agar tidak mengganggu kapal komersial.

Beberapa analis ekonomi telah memperingatkan bahwa eskalasi ketegangan militer yang tidak terkendali. Dapat menyebabkan dampak merugikan terhadap sektor logistik, khususnya industri maritim yang sangat bergantung pada rute stabil di Timur Tengah.

Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari beritaborneo.com

Similar Posts