China Hampir Rampungkan Rel Kereta 330 Km, Menaklukkan Pegunungan Ekstrem
China hampir menyelesaikan rel kereta sepanjang 330 kilometer, menembus medan pegunungan ekstrem dan menunjukkan keunggulan rekayasa luar biasa.
China menuntaskan salah satu proyek rel kereta api paling ambisius di dunia, membentang 330 kilometer melalui pegunungan kompleks. Proyek ini merevolusi transportasi barat daya China sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan dan Tenggara. Jalur Dali-Ruili ini menunjukkan keunggulan rekayasa China menghadapi kondisi geografis ekstrem.
Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.
Menjelajahi Medan Paling Kompleks di Dunia
Jalur kereta api Dali-Ruili, sepanjang sekitar 330 kilometer di Provinsi Yunnan, China barat daya, diharapkan selesai sebelum 2030. Proyek ini menjadi penghubung penting, melintasi Pegunungan Hengduan yang terkenal dengan kondisi geologi dan topografi paling rumit di dunia, secara signifikan meningkatkan transportasi di kawasan pegunungan.
Proyek dibangun dalam dua bagian, Dali-Baoshan dan Baoshan-Ruili, untuk memperkuat konektivitas China dengan negara tetangga di Asia Selatan dan Tenggara. Ruili, kota perbatasan utama antara China dan Myanmar, menjadi titik strategis perdagangan dan pertukaran budaya. Tantangan rekayasa besar, menghadapi gunung terjal, lembah dalam, dan aktivitas tektonik intens.
Bagian pertama, Dali-Baoshan, sepanjang 133 kilometer, memerlukan 14 tahun untuk diselesaikan meskipun jaraknya relatif pendek. Durasi pembangunan yang panjang ini disebabkan oleh medan yang sangat berat, dengan batuan yang tidak stabil dan terpecah belah. Sebagai perbandingan, proyek serupa di medan datar biasanya hanya membutuhkan sekitar tiga tahun.
Tantangan Rekayasa Tak Tertandingi
Menurut China Railway Group, salah satu kontraktor terbesar dunia, pembangunan jalur ini harus menghindari zona patahan besar dan empat sungai utama. Proyek melibatkan 34 jembatan dan 21 terowongan, menegaskan skala monumental upaya rekayasa. Setiap struktur dirancang menahan kondisi geologi sangat tidak stabil.
Salah satu tantangan terberat adalah Terowongan Dazhushan sepanjang 14,4 kilometer. Terowongan menembus enam garis patahan geologi dan membutuhkan waktu 12 tahun untuk selesai, mencerminkan kompleksitas dan bahaya yang dihadapi insinyur. Perusahaan menyatakan proyek menghadapi hampir semua risiko rekayasa utama dalam pembangunan terowongan besar.
Volume air tanah yang masuk ke dalam terowongan menjadi masalah serius, dengan jumlah yang setara dengan 156.000 kolam renang standar. Kondisi ini memaksa pekerja untuk beroperasi dalam lingkungan yang terendam air selama periode yang lama. Ini menunjukkan dedikasi dan kegigihan luar biasa yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek yang sangat sulit ini.
Baca Juga: Tragedi Maut! Ledakan Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang
Terowongan Gaoligong, Puncak Tantangan
Tahap kedua proyek, Baoshan-Ruili, dimulai pada tahun 2015 dan kini memasuki fase paling krusial. Tahap ini melibatkan pembangunan Terowongan Kereta Gunung Gaoligong yang memiliki panjang 34,5 kilometer. Terowongan ini merupakan bagian integral dari jalur tersebut dan menjadi simbol ambisi rekayasa China.
Jika berhasil diselesaikan, Terowongan Gaoligong akan menjadi terowongan kereta api terpanjang di Asia, sebuah pencapaian yang menandai kemajuan signifikan dalam teknologi konstruksi. Proyek ini tidak hanya tentang menciptakan jalur transportasi, tetapi juga tentang mengatasi batas-batas teknik dan ketekunan manusia di hadapan alam.
Penyelesaian terowongan ini akan membuka jalan bagi konektivitas yang lebih lancar dan efisien, mengurangi waktu tempuh dan memfasilitasi perdagangan lintas batas. Terowongan Gaoligong adalah bukti dari visi China untuk infrastruktur yang menghubungkan dan memperkuat ekonominya.
Visi Konektivitas Dan Inovasi
Penyelesaian jalur kereta api Dali-Ruili akan menjadi tonggak penting bagi China, tidak hanya dalam hal infrastruktur tetapi juga dalam strategi geopolitiknya. Proyek ini akan meningkatkan kemampuan transportasi di wilayah barat daya yang sebelumnya sulit diakses, membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi lokal.
Selain manfaat internal, jalur ini juga akan memperkuat hubungan China dengan negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, memfasilitasi perdagangan, pariwisata, dan pertukaran budaya. Ini adalah bagian dari inisiatif “Belt and Road” yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas global.
Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana China terus mendorong batas-batas rekayasa dan konstruksi untuk mencapai tujuan-tujuan strategisnya. Keberhasilan dalam menyelesaikan “rel kereta api tersulit di dunia” ini akan menjadi inspirasi dan bukti kemampuan inovatif China di panggung global.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com