China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun

Pemerintah China melontarkan kecaman keras atas kesepakatan dagang antara Amerika Serikat bersama Taiwan dengan nilai mencapai Rp4.227 triliun.

China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun

Beijing menilai kerja sama ekonomi tersebut melanggar prinsip satu China yang selama ini menjadi fondasi hubungan internasional kawasan Asia Timur.

Kesepakatan itu dipandang bukan semata urusan ekonomi, melainkan langkah politik terselubung yang berpotensi meningkatkan ketegangan lintas selat. Reaksi China muncul tak lama setelah pengumuman resmi kerja sama dagang tersebut disampaikan oleh otoritas Washington serta Taipei.

Bagi Beijing, setiap bentuk hubungan resmi antara Amerika Serikat bersama Taiwan selalu dianggap sensitif. Kesepakatan bernilai besar ini dinilai memberi legitimasi politik bagi Taiwan sebagai entitas terpisah.

Oleh sebab itu, kecaman China tidak hanya disampaikan melalui pernyataan diplomatik, tetapi juga lewat peringatan terbuka terkait konsekuensi hubungan bilateral.

Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

tebak skor hadiah pulsa  

Isi Kesepakatan Dagang AS–Taiwan

Kesepakatan dagang bernilai Rp4.227 triliun tersebut mencakup kerja sama sektor teknologi, rantai pasok industri strategis, investasi manufaktur, serta akses pasar bagi produk tertentu.

Amerika Serikat melihat Taiwan sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas pasokan global, khususnya di sektor semikonduktor. Taiwan sendiri memandang kesepakatan ini sebagai peluang memperkuat posisi ekonomi globalnya di tengah persaingan kekuatan besar.

Meski tidak disebut sebagai perjanjian perdagangan bebas penuh, kesepakatan tersebut dinilai cukup signifikan dari sisi nilai ekonomi maupun dampak geopolitik.

Langkah ini memperlihatkan upaya Washington mempererat hubungan ekonomi dengan Taipei di tengah rivalitas dengan China yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sikap Tegas Beijing terhadap Prinsip Satu China

China menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Oleh karena itu, Beijing menilai kesepakatan dagang AS–Taiwan sebagai bentuk pelanggaran terhadap komitmen internasional Amerika Serikat yang sebelumnya mengakui kebijakan satu China. Pemerintah China menyebut tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas kawasan serta memperburuk hubungan antara Beijing bersama Washington.

Pernyataan kecaman juga menyoroti risiko politisasi kerja sama ekonomi. China menilai aktivitas ekonomi semestinya tidak digunakan sebagai alat tekanan geopolitik.

Dalam pandangan Beijing, langkah Amerika Serikat tersebut mencerminkan upaya campur tangan dalam urusan internal China dengan kedok kerja sama dagang.

Baca Juga: China Pecahkan Rekor Ekspor US$ 1,2 Triliun Meski Diserang Tarif AS

Prospek Hubungan China AS Pasca Kesepakatan

Prospek Hubungan China AS Pasca Kesepakatan

Kecaman China atas kesepakatan dagang AS–Taiwan menambah panjang daftar isu sensitif dalam hubungan Beijing bersama Washington. Persaingan strategis kedua negara telah merambah berbagai bidang, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga pengaruh geopolitik.

Kesepakatan bernilai Rp4.227 triliun ini berpotensi memperdalam jurang perbedaan apabila tidak diimbangi dialog diplomatik yang konstruktif.

Ke depan, hubungan China bersama Amerika Serikat diperkirakan tetap berada dalam fase kompetisi ketat. Meski demikian, banyak pihak menilai komunikasi terbuka masih menjadi kunci mencegah eskalasi konflik.

Kesepakatan dagang AS–Taiwan menjadi contoh nyata bagaimana isu ekonomi mampu bertransformasi menjadi persoalan geopolitik yang kompleks, terutama ketika menyangkut status Taiwan yang sensitif bagi China.

Dampak Politik Regional Asia Timur

Kesepakatan dagang ini diperkirakan memicu dinamika baru di kawasan Asia Timur. Negara-negara sekitar memantau dengan cermat perkembangan hubungan antara China, Amerika Serikat, serta Taiwan. Ketegangan lintas selat berpotensi meningkat apabila langkah ekonomi ini diikuti kebijakan politik atau militer yang lebih jauh.

Bagi Taiwan, kesepakatan tersebut memberikan ruang gerak ekonomi yang lebih luas di tengah tekanan diplomatik dari Beijing. Namun, di sisi lain, langkah ini juga meningkatkan risiko respons balasan dari China, baik dalam bentuk tekanan ekonomi maupun diplomatik. Situasi tersebut membuat stabilitas kawasan kembali menjadi sorotan komunitas internasional.

Jangan lewatkan berita terbaru CRAZY CHINA beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari international.sindonews
  • Gambar Kedua dari dawn.com

Similar Posts