China Menggila! Serangan Siber Skala Penuh Mengguncang Amerika!
China dilaporkan melancarkan serangan siber skala penuh yang mengguncang Amerika Serikat, memicu kekhawatiran global akan keamanan digital.
Dalam ranah siber yang tegang, China kembali menjadi sorotan dunia. Laporan mengejutkan mengindikasikan kelompok peretas yang didukung China melancarkan serangan siber menargetkan legislatif Amerika Serikat. Insiden ini menyoroti eskalasi ketegangan siber antara kedua negara adidaya sekaligus mengungkap kerentanan infrastruktur digital global.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang wisata dan berita seputaran CRAZY CHINA.
Serangan Siber Terhadap DPR AS
Financial Times pertama kali melaporkan bahwa kelompok peretas asal China berhasil mengakses email staf di beberapa komite strategis Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat. Insiden ini, yang terdeteksi pada Desember lalu, menambah daftar panjang dugaan serangan siber yang menargetkan lembaga pemerintah AS.
Kelompok peretas yang dikenal dengan nama “Salt Typhoon” disebut-sebut berhasil menembus sistem email staf Komite DPR untuk Urusan China, serta pembantu di komite yang menangani urusan luar negeri, intelijen, dan layanan bersenjata. Meskipun laporan tersebut tidak merinci nama-nama staf yang menjadi target, implikasinya sangat signifikan terhadap keamanan nasional.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan ini secara independen. Juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, dengan tegas menolak tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai “spekulasi tanpa dasar.” Sementara itu, FBI menolak berkomentar, dan Gedung Putih serta kantor empat komite terkait belum memberikan tanggapan resmi.
Target Utama, Intelijen Dan Militer AS
Anggota parlemen AS dan staf yang bertanggung jawab atas pengawasan militer dan intelijen secara konsisten menjadi sasaran utama operasi spionase siber. Laporan mengenai dugaan peretasan terhadap infrastruktur komunikasi legislatif muncul secara berkala, menunjukkan adanya ancaman yang berkelanjutan dan terorganisir.
Pada November sebelumnya, beberapa kantor Senat diberitahu mengenai insiden siber terpisah. Dalam kejadian tersebut, peretas diduga berhasil mengakses komunikasi antara Congressional Budget Office dan beberapa kantor Senat, mengindikasikan jangkauan serangan yang luas.
Tahun 2023 juga tidak luput dari serangan. Washington Post melaporkan bahwa dua anggota senior Kongres menjadi target operasi peretasan yang dikaitkan dengan Vietnam. Insiden-insiden ini menyoroti betapa rentannya sistem komunikasi tingkat tinggi terhadap ancaman siber global.
Baca Juga: Apa Untung-Rugi China Usai Penangkapan Nicolas Maduro?
Aktor di Balik Serangan, Salt Typhoon
Salt Typhoon dikenal sebagai kelompok yang telah mengguncang komunitas intelijen AS dengan kemampuannya. Mereka diduga bekerja untuk intelijen China dan secara khusus mengincar data komunikasi telepon serta percakapan yang disadap, termasuk percakapan para pejabat senior pemerintah AS.
China secara konsisten membantah terlibat dalam praktik spionase siber semacam itu, selalu menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari kampanye disinformasi. Namun, tuduhan dari pihak AS terus berlanjut, didukung oleh bukti-bukti yang mereka klaim.
Awal tahun lalu, AS telah menjatuhkan sanksi kepada peretas yang diduga bernama Yin Kecheng dan perusahaan Sichuan Juxinhe Network Technology. Keduanya dianggap memiliki keterkaitan erat dengan operasi Salt Typhoon, menandai langkah konkret AS dalam menanggapi ancaman ini.
Dampak Dan Reaksi Internasional
Insiden peretasan ini menambah daftar panjang ketegangan antara Amerika Serikat dan China di ranah siber. Serangan terhadap sistem email DPR AS menunjukkan ambisi China untuk mengumpulkan informasi sensitif dan memantau keputusan politik AS.
Pemerintah AS diharapkan akan memperketat langkah-langkah keamanan siber mereka. Insiden semacam ini menjadi pengingat penting tentang kebutuhan akan pertahanan siber yang kuat dan responsif terhadap ancaman yang terus berkembang.
Komunitas internasional juga akan memantau ketat perkembangan ini. Eskalasi konflik siber antara dua kekuatan global dapat memiliki implikasi luas bagi keamanan siber global dan hubungan geopolitik di masa depan.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita terkini, wisata dan teknologi China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari politico.eu
- Gambar Kedua dari wire.com