Demam Emas! Warga China Melelehkan Perhiasan Lama di Mesin Otomatis
Fenomena unik terjadi di Tiongkok, warga ramai-ramai melelehkan perhiasan lama menggunakan mesin otomatis modern.
Lonjakan harga emas ke rekor tertinggi sepanjang sejarah telah memicu fenomena unik di Tiongkok. Pusat perbelanjaan di Shanghai kini ramai dengan antrean warga yang ingin menjual dan melelehkan perhiasan emas lama mereka melalui mesin daur ulang otomatis. Situasi ini menunjukkan bagaimana kondisi ekonomi global secara langsung mempengaruhi keputusan finansial individu.
Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.
Harga Emas Melonjak, Masyarakat Bergerak
Harga emas global yang diprediksi akan terus meningkat membuat banyak warga Tiongkok memanfaatkan momentum ini untuk mencairkan aset lama mereka menjadi uang tunai. Tiongkok sendiri dikenal sebagai konsumen emas terbesar di dunia, dengan tradisi membeli logam mulia untuk menandai peristiwa penting dalam hidup.
Secara historis, emas sering dibeli sebagai simbol kemakmuran dan warisan keluarga, terutama saat kelahiran atau pernikahan. Namun, dengan harga yang melonjak tajam, nilai sentimental kini bergeser menjadi peluang finansial, mendorong sebagian warga untuk menjual kembali koleksi mereka.
Perubahan perilaku ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap fluktuasi pasar komoditas. Emas, yang dulunya dianggap sebagai aset jangka panjang dan warisan, kini juga dilihat sebagai instrumen likuid. Emas dapat diuangkan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan atau meningkatkan kondisi keuangan.
Antrean Panjang di Depan Mesin Otomatis
Di sebuah mal di Shanghai, puluhan orang rela mengantre hingga lebih dari satu jam untuk menggunakan mesin peleburan emas otomatis milik Kinghood Group. Mesin berwarna kuning terang ini menampilkan harga emas terkini dari Shanghai Gold Exchange secara real-time, lengkap dengan proses uji kemurnian dan peleburan yang transparan menggunakan lengan robotik.
Wu, seorang warga berusia 54 tahun, berencana menjual koin emas bertema panda yang dibeli saat putrinya lahir pada tahun 2002. Ia mengaku tidak menyangka harga emas akan naik sedramatis ini, dan sebelumnya berhasil menjual cincin warisan ayahnya dengan keuntungan fantastis, dari 1.000 yuan menjadi 10.000 yuan.
Fenomena antrean ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap teknologi otomatis dalam transaksi emas. Proses yang transparan dan efisien menjadi daya tarik utama dibandingkan metode penjualan tradisional, yang seringkali dianggap kurang terbuka.
Baca Juga: China Incar Pejabat “Nyaris Telanjang”, Bye Bye Promosi Menanti
Transaksi Cepat Dan Transparan Dengan Teknologi
Mesin ‘Smart Gold Store’ menggunakan teknologi gelombang cahaya untuk menguji kemurnian emas, metode yang lebih modern dibandingkan pembakaran parsial pada metode tradisional. Setelah kemurnian dan berat diverifikasi, nilai pembelian akan ditampilkan, dan jika disetujui, dana langsung ditransfer ke rekening bank penjual pada hari yang sama.
Seorang wanita bernama Zhao, yang menjual cincin kakeknya yang dihiasi karakter “keberuntungan”, memperoleh lebih dari 12.000 yuan. Ia mengungkapkan keyakinannya terhadap mesin otomatis ini karena proses pengujiannya yang terbuka dan transparan, berbeda dengan transaksi melalui pembeli tradisional.
Kecepatan dan objektivitas mesin ini memberikan rasa aman bagi penjual, meminimalkan potensi manipulasi harga atau ketidakpastian. Teknologi ini mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan aset fisik seperti emas, menjadikannya lebih mudah diakses dan diuangkan.
Emas Sebagai Aset Pelindung Nilai di Era Digital
Fenomena ini juga menarik perhatian pengunjung mal yang terkejut melihat nilai transaksi fantastis. Ada yang menjual perhiasan lama seharga 75.000 yuan, bahkan sepasang lansia bisa mendapatkan 122.000 yuan dari sebatang emas kecil. Lonjakan harga emas yang stabil ini dianggap sebagai kesempatan untuk memperkuat kondisi keuangan atau menambah dana pensiun.
Dengan volatilitas pasar global yang masih tinggi dan ketidakpastian ekonomi, emas kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai simbol tradisi dan warisan. Kini, emas juga berfungsi sebagai instrumen lindung nilai yang likuid dan cepat dicairkan di era digital.
Transformasi ini menunjukkan adaptasi emas dalam konteks modern. Dari sekadar perhiasan atau warisan, emas kini menjadi aset finansial yang mudah diperdagangkan. Hal ini didukung oleh kemajuan teknologi yang memfasilitasi transaksi secara efisien dan transparan.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari semangatnews.com