Destinasi Baru! Tembok Besar China Perluas Area Untuk Wisatawan!
Great Wall of China bersiap membuka area baru, memberi kesempatan wisatawan menjelajah lebih luas warisan sejarah ikonik ini.
Great Wall of China berencana membuka area baru bagi wisatawan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, hanya sekitar lima persen yang dapat dikunjungi, sementara sisanya tersebar di 15 provinsi masih tertutup. Langkah ini untuk menyebar kepadatan dan memperluas pengalaman wisata.
Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.
Rencana Perluasan Area Wisata
Pemerintah China berencana menaikkan area yang terbuka untuk turis dari lima persen menjadi sekitar 10 persen pada 2035. Peningkatan ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan di kawasan populer seperti Badaling, Mutianyu, Juyongguan, dan Jinshanling. Dengan lebih banyak segmen tembok yang dibuka, pengunjung tidak hanya terpusat di titik‑titik yang selama ini penuh.
Perluasan area dilakukan setelah kajian kondisi struktur, kapasitas pengunjung, dan akses transportasi. Pemerintah juga menilai risiko keselamatan serta pelestarian sebelum membuka bagian yang tertutup, agar kunjungan tetap aman dan tidak merusak warisan sejarah.
Di sepanjang tembok, banyak bagian terbuka secara alami oleh wisatawan yang ingin menghindari keramaian, misalnya area terpencil seperti Jiankou. Namun, jalur‑jalur liar tersebut sangat berbahaya dan rentan kecelakaan. Dengan mengelola area baru secara resmi, pemerintah ingin mengalihkan pengunjung dari jalur tidak aman ke rute yang sudah ter‑track dan aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pengawasan Dan Teknologi Modern
Seiring rencana membuka lebih banyak area, pemerintah memperketat pengawasan di bagian tembok yang dilarang. Sistem pemantauan, kamera, dan drone digunakan untuk mengawasi akses yang sering disusupi pendaki liar, guna mencegah kecelakaan dan kerusakan struktur.
Beberapa zona dilengkapi dengan pagar elektronik atau “pagar tak terlihat” yang mengidentifikasi pergerakan manusia di area terlarang. Petugas juga menggencarkan razia dan penindakan terhadap pengunjung yang nekat mendaki di segmen yang belum layak. Langkah ini bertujuan menjaga kelestarian tembok sekaligus melindungi keselamatan wisatawan.
Kebijakan baru ini juga menegaskan bahwa kunjungan hanya boleh dilakukan di jalur resmi yang telah disiapkan dengan baik. Pemerintah berharap para turis tidak lagi menginjak‑injak batu bata kuno atau membuat jalur sendiri hanya untuk mencari sudut foto yang dramatis. Keseimbangan antara akses wisata dan pelestarian menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Target Ambisius! Xi Jinping Minta Kota Masa Depan China Segera Terwujud!
Dampak Pada Pengalaman Wisata
Dengan pembukaan area baru, wisatawan akan punya lebih banyak pilihan rute dan pemandangan berbeda sepanjang Tembok Besar. Mulai dari jalur yang lebih terjaga dan ramah keluarga, hingga trek yang lebih menantang namun tetap terkelola, semua akan tersedia di bawah pengawasan resmi. Pengalaman menjelajah tembok akan lebih beragam dan tidak terasa monoton.
Beijing juga mengembangkan rute wisata budaya di sekitar kawasan tembok, menghubungkan desa dengan situs sejarah. Pengunjung bisa menjelajah sambil merasakan budaya lokal, menginap di penginapan tradisional, atau mengikuti tur tentang Dinasti Qin dan Ming, sehingga ekonomi desa ikut tumbuh.
Selain naik ke atas tembok, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari jalur khusus dan spot foto aman. Pemerintah mendorong wisatawan menghargai keindahan dengan mematuhi aturan jarak, jalur resmi, dan larangan di area terlarang, agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Tujuan Jangka Panjang Dan Keberlanjutan
Rencana perluasan area wisata sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan Tembok Besar. Pemerintah ingin memastikan bahwa warisan sepanjang sekitar 21.196 kilometer ini tidak hanya jadi simbol, tetapi juga aset pariwisata yang dikelola dengan bijak. Kombinasi pembangunan infrastruktur dan pelestarian sejarah menjadi inti kebijakan ini.
Pemerintah berharap proyek ini mendukung perekonomian lokal di sekitar tembok. Pengembangan jalan, penginapan, restoran, dan pemandu wisata dapat menyerap tenaga kerja sekaligus memperkuat identitas budaya. Dengan pengelolaan baik, Tembok Besar diharapkan menjadi ruang sejarah yang hidup bagi pengunjung.
Ke depan, pengalaman wisata di Tembok Besar diharapkan lebih seimbang antara jumlah pengunjung, kenyamanan, dan pelestarian. Rute‑rute baru yang dibuka diharapkan mengurangi tekanan di kawasan paling populer dan memberi alternatif yang lebih nyaman. Dengan begitu, Tembok Besar tetap megah untuk dilihat, dirasakan, dan dijaga oleh semua pihak.
Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari travel.detik.com
- Gambar Kedua dari wisata.viva.co.id