Dua Roket China Gagal, Satelit Rahasia Shijian-32 Hilang di Orbit

China mengalami dua kegagalan peluncuran roket dalam waktu kurang dari 12 jam, termasuk misi Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang.

Satelit Rahasia Shijian-32 Hilang di Orbit

Insiden ini menyebabkan satelit rahasia Shijian-32 hilang di orbit, sementara penyebab spesifik masih dalam penyelidikan CASC. Kegagalan ini menandai kejadian pertama Long March 3B sejak 2020 dan menjadi perhatian serius bagi program antariksa China.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang berita seputaran .

tebak skor hadiah pulsa  

Roket China Gagal, Satelit Shijian-32 Raib

China mengalami dua kegagalan peluncuran roket dalam waktu kurang dari 12 jam pada pertengahan Januari 2026. Kegagalan ini melibatkan roket milik badan antariksa negara China serta perusahaan antariksa swasta yang berbasis di Beijing. Insiden ini menyebabkan hilangnya sebuah satelit rahasia dan gagalnya misi perdana roket baru.

Roket Long March 3B diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di barat daya China pada Jumat (16/1/2026). Namun, peluncuran ini gagal akibat anomali pada tahap ketiga roket. China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) menyatakan bahwa penyebab spesifik kegagalan masih dalam proses analisis dan investigasi lebih lanjut.

Kegagalan ini menjadi yang pertama bagi roket Long March 3B sejak April 2020, ketika roket yang sama gagal mengorbitkan satelit Palapa-N1 milik Indonesia. Sebelumnya, keluarga roket Long March mencatat sekitar 296 peluncuran sukses berturut-turut, sehingga insiden ini menjadi sorotan dunia antariksa internasional.

Kronologi Kegagalan Peluncuran

Pada hari yang sama, sebuah roket milik perusahaan antariksa swasta China juga mengalami kegagalan saat diluncurkan. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah kegagalan Long March 3B, menunjukkan adanya tantangan serius dalam program peluncuran satelit China. CASC dan perusahaan swasta tersebut kini tengah menelusuri penyebab teknis di balik dua kegagalan berturut-turut ini.

Satelit Shijian-32 yang hilang merupakan bagian dari program Shijian, rangkaian satelit eksperimen untuk menguji teknologi dan praktik operasional di orbit. CASC tidak mengungkapkan secara rinci tujuan khusus satelit ini, karena termasuk proyek rahasia milik pemerintah.

Ahli antariksa menilai, hilangnya satelit ini akan berdampak pada rencana penelitian teknologi baru dan kemampuan pengujian sistem komunikasi di orbit. Meskipun gagal, China tetap melanjutkan peluncuran satelit lainnya yang telah dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun

Dampak Terhadap Program Antariksa China

Dampak Terhadap Program Antariksa China

Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan tentang tingkat keandalan roket Long March 3B dan kesiapan sistem peluncuran baru China. Meski keluarga roket Long March dikenal sangat sukses, dua kegagalan dalam waktu singkat memicu evaluasi internal di CASC.

Selain itu, hilangnya Shijian-32 berpotensi menghambat penelitian eksperimen teknologi satelit, yang penting bagi pengembangan sistem komunikasi militer dan sipil di China. Para pengamat internasional mencatat, proyek rahasia seperti Shijian-32 biasanya menjadi tolok ukur kemampuan teknologi antariksa negara.

CASC menegaskan bahwa seluruh tim teknis akan melakukan investigasi menyeluruh. Perusahaan swasta yang terlibat juga dijadwalkan mengumumkan laporan awal mengenai masalah teknis roket mereka dalam beberapa hari ke depan.

Tindak Lanjut dan Strategi Berikutnya

Pihak berwenang China telah menegaskan bahwa penyelidikan akan fokus pada tahap ketiga roket Long March 3B dan prosedur keamanan peluncuran secara menyeluruh. CASC memastikan bahwa semua temuan akan digunakan untuk meningkatkan keandalan roket di masa depan.

Selain itu, program peluncuran satelit eksperimental Shijian akan tetap berlanjut, dengan satelit baru dijadwalkan menggantikan Shijian-32. China menegaskan bahwa meskipun insiden ini terjadi, rencana pembangunan jaringan satelit nasional tidak akan terganggu.

Para analis antariksa menilai, kegagalan ini menjadi pelajaran penting bagi China dan negara lain dalam memastikan keamanan dan efisiensi program antariksa. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa peluncuran satelit merupakan misi kompleks yang selalu memiliki risiko teknis tinggi.

Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com

Similar Posts