Gagal Total! Radar China Tak Bisa Lindungi Venezuela dari Serangan AS
Serangan militer AS di Venezuela menunjukkan radar China yang dipasang di Caracas gagal mendeteksi ancaman, mengguncang sistem pertahanan.
Kegagalan sistem radar militer buatan China yang digunakan Venezuela untuk melindungi wilayah udaranya saat diserang oleh Amerika Serikat. Insiden tersebut menggambarkan batas kemampuan pertahanan teknologi yang dijual Beijing kepada sekutu luar negeri dan menimbulkan kontroversi global atas efektivitasnya.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang berita seputaran CRAZY CHINA.
Kronologi Serangan AS di Venezuela
Awal Januari 2026, pasukan militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara mendadak terhadap sejumlah instalasi strategis di ibu kota Venezuela, Caracas. Sebagai bagian dari operasi besar yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Serangan udara ini terjadi tanpa peringatan luas sebelumnya dan menewaskan puluhan orang di wilayah tersebut.
AS menggunakan kombinasi armada udara modern, termasuk pesawat siluman dan kapabilitas perang elektronik yang sangat maju. Operasi cepat ini memperlihatkan keunggulan teknologi militer AS, terutama dalam hal kontrol udara dan jamming elektronik lawan.
Radar Buatan China
Venezuela telah lama berinvestasi dalam sistem pertahanan udara canggih. Termasuk radar buatan China yang dipasarkan sebagai alat yang mampu mendeteksi pesawat siluman generasi terbaru seperti F-22 dan F-35 dari jarak jauh. Radar ini merupakan bagian penting dari jaringan pertahanan udara yang juga melibatkan sistem buatan Rusia.
Salah satu jenis radar tersebut adalah JY-27A, yang menurut spesifikasi seharusnya bisa memberikan peringatan dini pada ancaman udara jauh sebelum pesawat musuh mencapai target. Namun dalam praktiknya selama serangan AS, sistem ini diduga tidak memberikan peringatan yang memadai dan tidak berhasil mendeteksi pesawat atau wahana militer AS saat mereka memasuki wilayah udara Venezuela.
Pengamat militer dan analis pertahanan menganggap kejadian ini sebagai pukulan besar bagi reputasi radar buatan China. Karena sistem yang dijual sebagai unggulan justru tidak berfungsi efektif dalam situasi nyata.
Baca Juga: Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Picu Amarah China
Faktor Kegagalan Operasional
Ada beberapa faktor yang mungkin menjelaskan mengapa radar China gagal memberikan perlindungan efektif:
-
Perang Elektronik Modern: Militer AS diduga menggunakan taktik jamming dan electronic warfare canggih yang membuat radar lawan “buta” selama fase awal serangan. Hal ini membuat sistem pertahanan udara lawan kehilangan kemampuan untuk mendeteksi dan merekam ancaman dengan tepat.
-
Ketersediaan dan Pemeliharaan: Laporan menyebut bahwa beberapa radar semacam itu sebelumnya mengalami masalah operasional karena kekurangan suku cadang dan pemeliharaan yang kurang optimal.
-
Integrasi Sistem: Radar tidak berdiri sendiri mereka harus terhubung ke sistem anti-udara lain seperti baterai rudal dan pusat komando. Kekacauan dalam jaringan komando kemungkinan memperburuk kegagalan tersebut.
Para analis juga menekankan bahwa radar tahan siluman bukan jaminan mutlak untuk deteksi, terutama ketika lawan menggunakan perangkat elektronik modern dan taktik sabotase data.
Dampak terhadap Reputasi Militer China
Kegagalan sistem radar militer China di Venezuela telah memicu kritik dari berbagai pihak, terutama kalangan pengamat militer internasional. Mereka menyatakan bahwa kejadian di Venezuela memperlihatkan keterbatasan teknologi China dibandingkan dengan kemampuan pesaing, seperti AS dan sekutunya.
Beberapa pakar percaya bahwa kasus ini dapat menggoyahkan kepercayaan pembeli asing terhadap sistem pertahanan buatan China, terutama di negara-negara yang bergantung padanya untuk keamanan nasional.
Di sisi lain, Beijing tampaknya belum menanggapi secara langsung klaim kegagalan radar ini, dan sebagian analis militer China pun memilih fokus pada studi taktik perang elektronik serta peningkatan integrasi sistem pertahanan di masa depan.
Implikasi Geopolitik dan Keamanan Regional
Insiden ini memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekadar masalah teknologi militer. Di panggung geopolitik, kegagalan pertahanan udara Venezuela dianggap sebagai cerminan batas kemampuan aliansi militer yang dibangun di luar blok Barat.
Beberapa negara di kawasan dan mitra strategis China mungkin mulai mengevaluasi kembali ketergantungan mereka pada sistem pertahanan impor. Terutama jika menghadapi lawan dengan kapabilitas perang elektronik tinggi.
Kasus Venezuela juga menjadi bahan diskusi di forum internasional tentang hubungan antara ekspor militer, teknologi perang canggih, dan kebutuhan nyata akan sistem pertahanan yang benar-benar efektif dalam konteks konflik modern.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari SINDONews.com
- Gambar Kedua dari VIVA Cianjur