Imbas Blokade AS, Impor Minyak China Dari Venezuela Anjlok 75%

Penurunan impor minyak China dari Venezuela juga menggambarkan perubahan yang lebih luas di pasar energi global.

Imbas Blokade AS, Impor Minyak China Dari Venezuela Anjlok 75%

Blokade ini dilakukan sebagai bagian dari tekanan geopolitik yang lebih luas setelah operasi militer AS terhadap Venezuela dan kontrol Washington atas sektor minyak negara itu.

Aksi militer serta kebijakan blokade tersebut mengakibatkan banyak kapal tanker tidak berani berlayar atau dihentikan, sehingga ekspor minyak termodifikasi secara signifikan. Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

tebak skor hadiah pulsa  

Penurunan Ekspor Signifikan

Menurut dokumen internal perusahaan minyak nasional Venezuela. Ekspor rata-rata minyak mentah serta fuel oil ke China mencapai sekitar 642.000 barel per hari pada tahun 2025.

Jumlah ini hampir tiga perempat dari total ekspor Venezuela ke China sebelum blokade diberlakukan. Namun sejak Desember 2025, hanya tiga kapal tanker yang dilaporkan mampu berangkat dan diperkirakan membawa sekitar 5 juta barel minyak menuju China hingga akhir Februari 2026.

Jika dikonversi ke angka harian, jumlah ini setara sekitar 166.000 barel per hari. Menunjukkan penurunan sekitar 75 persen dari tingkat sebelumnya.

Faktor Pemicu Penurunan Volume Ekspor

Salah satu faktor utama di balik penurunan volume minyak yang diekspor dari Venezuela ke China adalah tindakan penegakan blokade oleh aparat keamanan internasional di bawah koordinasi AS.

Sejak Desember 2025, banyak kapal tanker yang dilarang keluar atau bahkan ditahan untuk menghindari penyitaan. Sehingga sebagian perusahaan pelayaran memutuskan menunda atau membatalkan rencana ekspor. Penurunan drastis arus tanker ini menggambarkan dampak nyata dari kebijakan blokade terhadap kegiatan perdagangan energi internasional.

China sendiri telah melakukan penimbunan minyak Venezuela dalam jumlah besar pada akhir 2025. Stok tersebut setidaknya mencapai puluhan juta barel, yang memberikan ruang gerak sementara bagi industri penyulingan di negeri tersebut.

Kondisi ini meredam kebutuhan mendesak untuk mencari pemasok alternatif dalam jangka pendek. Meskipun tekanan pada sektor logistik dan perdagangan tetap ada.

Baca Juga: China Pecahkan Rekor Ekspor US$ 1,2 Triliun Meski Diserang Tarif AS

Industri Penyulingan di China

Industri Penyulingan di China

Meskipun terjadi penurunan volume minyak yang diterima dari Venezuela. Beberapa analis menyatakan bahwa dampak jangka pendek terhadap industri minyak China mungkin tidak langsung terasa.

Hal ini dikarenakan persediaan minyak yang telah ditimbun sebelumnya cukup untuk menutup sebagian kebutuhan kilang dalam waktu dekat. Namun, bagi kilang independen atau yang dikenal sebagai “teapot” yang mengandalkan minyak Venezuela untuk jenis produksi tertentu seperti bitumen, penurunan pasokan ini dapat menjadi tantangan operasional yang signifikan.

Para pedagang energi di China juga tengah menyesuaikan strategi pasokannya. Dengan mempertimbangkan mencari sumber minyak alternatif dari negara lain.

Ini merupakan respon logis terhadap ketidakpastian pasokan dari Venezuela dalam konteks kebijakan blokade yang terus berlangsung, sekaligus menegaskan hubungan kompleks antara geopolitik energi dan kebutuhan ekonomi nasional.

Perubahan Geopolitik di Pasar Energi Global

Penurunan impor minyak China dari Venezuela juga menggambarkan perubahan yang lebih luas di pasar energi global. Kebijakan blokade AS bukan sekadar tindakan ekonomi. Tetapi juga bagian dari strategi geopolitik yang mencoba mengubah keseimbangan pengaruh energi di kawasan Amerika Latin dan Asia.

Dampaknya tidak hanya pada hubungan perdagangan antara dua negara. Tetapi juga memaksa negara besar pengimpor minyak seperti China untuk meningkatkan diversifikasi sumber pasokan dan memodifikasi kebijakan energi mereka dalam jangka panjang.

Dalam situasi ini, peran blokade terhadap dinamika ekspor minyak menjadi contoh bagaimana kebijakan luar negeri dan keamanan dapat memengaruhi hubungan ekonomi antarnegara. Sekaligus menguji ketahanan industri energi terhadap gejolak baru di pasar internasional.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari international.sindonews
  • Gambar Kedua dari dawn.com

Similar Posts