Korea Selatan Tertinggal Dari China di Bidang Teknologi, Kata Presiden Lee
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengakui negaranya tertinggal dibanding China dalam teknologi canggih seperti AI, 5G, dan manufaktur chip.
Keterlambatan ini disebabkan adopsi teknologi yang lambat, investasi R&D yang kurang, serta perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, industri, dan akademisi. Pemerintah Korsel kini menyiapkan program strategis untuk memperkuat inovasi dan daya saing.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang berita seputaran CRAZY CHINA.
Presiden Korsel Akui China Unggul di Bidang Teknologi
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengakui bahwa kemampuan teknologi negaranya saat ini tertinggal dibandingkan China. Pernyataan ini disampaikannya dalam forum teknologi internasional yang digelar secara virtual pada Senin (4/1/2026). Menurut Lee, meski Korea Selatan dikenal sebagai negara maju dalam industri semikonduktor dan elektronik.
Lee menambahkan bahwa keterlambatan ini terjadi terutama di bidang kecerdasan buatan (AI), 5G generasi terbaru, dan teknologi manufaktur chip canggih. China disebut berhasil memadukan investasi besar, dukungan pemerintah, dan ekosistem startup yang dinamis untuk mempercepat inovasi teknologinya.
Pernyataan Presiden Lee ini memicu reaksi di kalangan pengamat industri teknologi dan ekonomi. Banyak pihak menilai pengakuan ini sebagai langkah transparan pemerintah Korsel untuk menekankan pentingnya inovasi dan reformasi kebijakan teknologi nasional. Presiden Lee menekankan bahwa langkah-langkah strategis.
Penyebab Korea Tertinggal di Bidang Teknologi
Menurut Presiden Lee, salah satu faktor yang membuat Korea Selatan tertinggal adalah lambatnya adopsi teknologi baru di sektor industri tertentu. Perusahaan-perusahaan besar yang menjadi tulang punggung ekonomi kadang sulit beradaptasi dengan inovasi disruptif yang cepat berkembang.
Selain itu, Lee menyoroti perlunya investasi yang lebih besar pada riset dan pengembangan (R&D) terutama di bidang AI dan manufaktur chip. Korea Selatan selama ini unggul dalam produksi hardware, namun inovasi software dan algoritma masih tertinggal dibandingkan pesaing global.
Tak kalah penting, Presiden Lee menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan akademisi. Dengan sinergi yang baik, inovasi teknologi dapat berjalan lebih cepat, mulai dari penelitian dasar hingga implementasi di sektor industri. Korea Selatan diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dengan China melalui strategi terintegrasi.
Baca Juga: Daftar Sekarang! Beasiswa Penuh Pemerintah China 2026 Dibuka
Upaya Pemerintah Tingkatkan Daya Saing
Pemerintah Korea Selatan berencana meluncurkan program-program strategis untuk memperkuat posisi teknologi nasional. Salah satunya adalah meningkatkan anggaran untuk riset AI, robotik, dan manufaktur chip generasi terbaru. Lee menegaskan bahwa inovasi tidak hanya soal hardware, tetapi juga software, algoritma, dan ekosistem digital.
Selain itu, pemerintah juga mendorong startup dan perusahaan rintisan untuk berkolaborasi dengan institusi akademik. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem inovasi yang cepat tanggap terhadap perubahan pasar global.
Presiden Lee juga menyoroti pentingnya reformasi regulasi agar proses inovasi tidak terhambat birokrasi. Kemudahan dalam berinvestasi, hak paten yang kuat, dan dukungan insentif diharapkan mampu menarik investor domestik.
Tanggapan Dunia Industri dan Publik
Pernyataan Presiden Lee mendapat tanggapan beragam dari pelaku industri. Sebagian pengusaha menyambut positif pengakuan ini sebagai sinyal transparansi pemerintah dan dorongan untuk berinovasi. Mereka menilai langkah ini bisa memacu perusahaan untuk berinvestasi lebih agresif dalam riset dan pengembangan teknologi canggih.
Namun, sebagian lain mengingatkan bahwa pengakuan saja tidak cukup tanpa implementasi kebijakan nyata. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan roadmap konkret dan dukungan finansial yang jelas agar sektor teknologi nasional dapat segera mengejar ketertinggalan.
Di kalangan masyarakat, pengakuan Lee memicu diskusi tentang masa depan teknologi Korea Selatan dan posisi negara di kancah global. Banyak pihak menekankan perlunya pendidikan teknologi yang lebih maju, peningkatan kemampuan digital generasi muda, serta kolaborasi global.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari otomotif.sindonews.com
- Gambar Kedua dari otomotif.sindonews.com