Peringatan China ke Jepang Jika Ikut Campur Soal Taiwan

​Hubungan diplomatik antara China dan Jepang kembali memanas setelah Beijing menyampaikan peringatan keras kepada Tokyo terkait masalah Taiwan.

Peringatan China ke Jepang Jika Ikut Campur Soal Taiwan

​Peringatan ini disampaikan China sebagai respons terhadap rencana Jepang yang akan mengerahkan rudal di sebuah pulau yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pantai Taiwan.

​​Kementerian Pertahanan China secara tegas memperingatkan Jepang bahwa mereka akan membayar “harga yang menyakitkan” jika ikut campur dalam urusan Taiwan​.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran .

tebak skor hadiah pulsa  

Latar Belakang Ketegangan

​Ketegangan antara kedua negara telah meningkat dalam krisis diplomatik terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

​Hal ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Jepang jika serangan China terhadap Taiwan mengancam kelangsungan hidup Tokyo. ​Takaichi menyampaikan pernyataan ini di parlemen pada tanggal 7 November 2025.

​Pernyataan Takaichi ini memicu kemarahan Beijing karena dianggap merusak hubungan politik China-Jepang dan memprovokasi isu-isu yang berkaitan dengan China.

​China menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya dan masalah Taiwan adalah “garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan” serta urusan internal Beijing yang tidak ada hubungannya dengan Jepang.

Respons Keras Dari China

Tiongkok, melalui kementerian pertahanannya, memperingatkan bahwa Jepang akan “membayar harga yang menyakitkan” jika nekat “keluar jalur” dalam masalah Taiwan khususnya merespons rencana Jepang menempatkan rudal di pulau dekat Taiwan.

Pemerintah Beijing menegaskan bahwa penyelesaian masalah Taiwan adalah urusan internal mereka, dan upaya militer atau intervensi dari pihak luar dianggap sebagai agresi pesan ini disampaikan sebagai peringatan tegas bahwa militer Cina siap menggagalkan segala usaha campur tangan.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa pernyataan pejabat Jepang yang membayangkan kemungkinan intervensi militer melanggar prinsip “satu‑Cina” dan merusak fondasi hubungan diplomatik antara kedua negara.

Pemerintah Cina menegaskan akan terus melayangkan protes dan siap mengambil “langkah balasan” terhadap Jepang sampai pernyataan tersebut dicabut. Menunjukkan bahwa Beijing memperlakukan isu Taiwan sebagai “garis merah” yang tak bisa dinegosiasikan.

Baca Juga: Taiwan Siapkan Rp 666 T Untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman China

Dampak Pada Hubungan Bilateral

Dampak Pada Hubungan Bilateral

Ketegangan atas pernyataan Jepang soal Taiwan telah merusak fondasi politik dan ekonomi antara Cina dan Jepang.

Pemerintah Cina menyebut komentar tersebut sebagai pelanggaran terhadap komitmen dalam “empat dokumen politik” yang menjadi dasar hubungan bilateral. Serta sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri Cina.

Akibatnya, kementerian dagang Cina menyatakan bahwa kerjasama perdagangan antara dua negara telah “terluka parah”.

Hubungan yang semula dibangun atas kerja sama ekonomi, budaya, dan diplomatik kini terseret ke ketidakpastian. Menunjukkan betapa cepatnya ketegangan politik bisa menghancurkan jalinan bilateral yang sudah berjalan lama.

Sikap Jepang dan Internasional

Jepang, melalui perwakilannya di United Nations, membalas surat protes dari China dan menyebut klaim Beijing sebagai “tidak berdasar.”

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa kebijakan dasarnya tetap bersifat defensif bukan agresif dan bahwa posisinya terhadap Taiwan tidak berubah sejalan dengan komitmen dalam perjanjian diplomatik sebelumnya.

Meski demikian, Perdana Menteri Sanae Takaichi tetap menyatakan keinginan untuk mempertahankan hubungan konstruktif dengan China meskipun perselisihan berlangsung.

Sementara itu, komunitas internasional terutama negara‑negara sekutu dan pengamat global merespons dengan keprihatinan terhadap eskalasi retorika dan potensi ketidakstabilan di kawasan.

Banyak pihak menyoroti bahwa konflik diplomatik ini bukan sekadar masalah bilateral. Tetapi bisa berdampak luas terhadap stabilitas regional dan perdagangan global.

Oleh karena itu, meskipun sebagian besar negara menghindar dari pengeluaran ancaman tegas. Ada desakan agar semua pihak menahan diri, menjaga dialog, dan menghindari provokasi militer guna mencegah ketegangan berubah menjadi konfrontasi besar.

Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita terkini. Wisata dan teknologi China hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari www.cnbcindonesia.com

Similar Posts