Tragedi Maut! Ledakan Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang

Tragedi meledak di Liuyang, China, terjadi saat sebuah toko kembang api meledak pada Minggu malam, menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya.

Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang

Ledakan keras membuat warga panik dan berhamburan keluar, sementara petugas pemadam kebakaran dan medis segera bergerak evakuasi korban. Kerusakan parah terjadi di toko dan bangunan sekitar. Pemerintah setempat memulai investigasi menyeluruh, menegakkan regulasi keselamatan.

Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.

tebak skor hadiah pulsa  

Tragedi Ledakan Toko Kembang Api di China

Sebuah toko kembang api di kota Liuyang, Provinsi Hunan, China, meledak pada Minggu malam (17/2/2026), menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat, saat toko masih ramai dikunjungi pembeli yang mempersiapkan perayaan Tahun Baru Imlek.

Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar dari toko ketika terdengar ledakan keras yang mengguncang lingkungan sekitar. “Kaget sekali, terdengar suara seperti bom dan api langsung menyala,” ujar salah seorang saksi, Zhang Wei, yang tinggal di dekat lokasi.

Tim pemadam kebakaran dan ambulans segera dikerahkan ke lokasi. Petugas menyatakan situasi awal sangat kacau karena sisa-sisa kembang api yang meledak membuat area menjadi berbahaya bagi evakuasi dan pertolongan pertama.

Detik-Detik Ledakan Toko Kembang Api

Menurut laporan awal pihak berwenang, ledakan diduga disebabkan oleh penumpukan bahan peledak yang tidak disimpan sesuai prosedur keselamatan. Toko tersebut menyimpan berbagai jenis kembang api yang mudah terbakar, sehingga percikan kecil cukup memicu ledakan besar. Akibat ledakan tersebut, sebagian bangunan toko hancur total, sementara sisa kembang api.

Korban ditemukan dalam kondisi parah, sebagian terluka karena serpihan dan sebagian lainnya meninggal dunia di tempat kejadian. Petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit terdekat.

Polisi setempat menutup area sekitar toko dan meminta warga menjauh. Tim investigasi sedang menelusuri penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan kelalaian prosedur keselamatan dan izin operasional toko.

Baca Juga: Imlek Bersama Robot Humanoid, China Pamer Kekuatan Teknologi Masa Depan

Kerusakan dan Upaya Evakuasi

Kerusakan dan Upaya Evakuasi

Ledakan menyebabkan kerusakan parah di toko dan bangunan sekitar, termasuk jendela pecah dan sebagian atap runtuh. Warga yang tinggal di sekitarnya dievakuasi untuk menghindari risiko ledakan susulan. Tim medis dan petugas pemadam kebakaran segera mengevakuasi korban yang terluka ke rumah sakit terdekat, sementara polisi mengamankan lokasi untuk mencegah warga mendekat.

Rumah sakit setempat melaporkan menerima lebih dari 20 korban luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Petugas medis bekerja keras untuk memberikan pertolongan, sementara tim pemadam terus memadamkan sisa api yang masih membara.

Pihak berwenang juga mendirikan posko darurat untuk membantu keluarga korban, memberikan informasi, dan mengatur transportasi bagi mereka yang ingin menengok kerabat di rumah sakit.

Langkah Pemerintah dan Investigasi

Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab ledakan dan memastikan tidak ada toko lain yang melanggar prosedur keselamatan. Regulasi baru tentang penyimpanan kembang api kemungkinan akan diperketat.

Otoritas setempat juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan mengikuti panduan keselamatan saat membeli atau menggunakan kembang api. Petugas keamanan menegaskan akan melakukan inspeksi rutin untuk mencegah kejadian serupa.

Selain itu, pihak berwenang berjanji memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dan bantuan bagi korban luka. Dukungan psikologis juga disediakan bagi warga yang mengalami trauma akibat ledakan dahsyat ini.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com

Similar Posts