Trump Umumkan Potensi Intervensi Militer, China Respons Dengan Tegas
Situasi di Iran semakin memanas menyusul ancaman intervensi militer yang dilontarkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ancaman ini muncul di tengah gelombang protes yang melanda Iran, yang diklaim Trump akan dihadapi dengan kekerasan oleh pemerintah Iran. Menanggapi potensi eskalasi ini, China, melalui juru bicaranya, Mao Ning, mengeluarkan pernyataan tegas menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal negara lain.
Berikut ini, CRAZY CHINA akan menyoroti kompleksitas hubungan internasional dan pentingnya kedaulatan.
China Tolak Keras Intervensi Asing Di Iran
Pemerintah China menegaskan sikap menentang campur tangan asing di negara lain. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam intervensi militer jika Iran terus membunuh para demonstran. Sikap China ini mencerminkan prinsip non-intervensi yang selalu mereka junjung tinggi dalam kebijakan luar negerinya.
“Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Beliau menyampaikannya dalam konferensi pers rutin saat ditanya tentang ancaman Trump tersebut. China secara konsisten menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Mao Ning lebih lanjut mengimbau semua pihak untuk bertindak lebih kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dilansir AFP pada Senin (12/1/2026), seruan ini menunjukkan keinginan China agar konflik diselesaikan melalui dialog. Mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional.
Iran Dilanda Protes Dan Tuduhan Konspirasi
Selama dua minggu terakhir, Iran diguncang aksi protes yang semakin membesar, meskipun ada penindakan keras. Kelompok hak asasi manusia bahkan menyebutnya sebagai “pembantaian.” Situasi ini menarik perhatian internasional, terutama setelah ancaman intervensi militer dari Donald Trump.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuduh AS dan Israel sebagai musuh-musuh Iran. Ia mengklaim kedua negara berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan di negaranya. Tuduhan ini muncul setelah kegagalan mereka membuat Iran tunduk dalam perang pada Juni tahun lalu.
Pezeshkian menyatakan bahwa musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan. Ia menuduh mereka “melatih kelompok-kelompok tertentu” di dalam dan luar negeri, serta membawa “para teroris dari luar negeri” untuk membakar tempat-tempat umum. Pernyataan ini disampaikannya kepada televisi pemerintah Iran, dilansir Anadolu Agency.
Baca Juga: China Siapkan 200 Ribu Satelit, Tantang Dominasi Starlink di Orbit
Presiden Iran, Demonstran Beda Dengan Perusuh
Pezeshkian mengecam keras serangan terhadap tempat-tempat umum, termasuk masjid, di Teheran dan kota-kota lain. Ia menuding AS dan Israel berada di balik rentetan kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa. Menurutnya, serangan ini bertujuan untuk menciptakan destabilisasi di Iran.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan perbedaan antara demonstran dan perusuh. “Musuh telah menyusupkan para teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan pelaku sabotase bukanlah orang-orang yang berunjuk rasa,” tegasnya, dikutip Press TV. Ia ingin memisahkan aspirasi sah dari tindakan kekerasan.
“Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka,” ucap Pezeshkian. Namun, ia menambahkan bahwa beberapa insiden kekerasan ekstrem, seperti pembunuhan dan pemenggalan, “di luar sifat orang-orang kita.” Ini menunjukkan bahwa ia melihat ada pihak eksternal yang memprovokasi.
Pezeshkian Tuding AS Dan Israel Di Balik Kekacauan
Pezeshkian menegaskan kembali bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan yang terjadi di Iran. Ia menuduh kedua negara itu gagal membuat rakyat Iran “bertekuk lutut” selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu. Kini, mereka berusaha melakukan hal yang sama melalui “kerusuhan” ini.
Presiden Iran ini juga menuduh AS dan Israel melatih kelompok tertentu. Mereka diduga membawa teroris dari luar negeri untuk membakar masjid dan pasar. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan pemerintah Iran akan adanya campur tangan asing yang sistematis dalam kekacauan domestik.
Situasi ini semakin memperumit hubungan antara Iran dengan negara-negara Barat. Video “Khamenei Sebut Gelombang Demo di Iran Ulah AS” juga beredar, menunjukkan bahwa narasi campur tangan asing ini kuat di kalangan kepemimpinan Iran. Ini menciptakan iklim ketidakpercayaan yang mendalam.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru China hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari asia.nikkei.com