China Luncurkan Misi Darurat Shenzhou-22 Dalam 16 Hari
Keberhasilan China meluncurkan wahana darurat Shenzhou-22 ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong dalam waktu hanya 16 hari menjadi sorotan dunia.

Peluncuran ini dilakukan untuk menanggulangi risiko keselamatan serius yang muncul setelah wahana kargo sebelumnya mengalami kerusakan di orbit awal bulan ini. Berikut ini CRAZY CHINA akan memberikan informasi mengenai peluncuran darurat Shenzhou-22 oleh China, misi sejarah yang menegaskan kesiapan teknologi dan protokol keselamatan luar angkasa mereka.
Peluncuran Kilat Shenzhou-22
Wahana antariksa tak berawak Shenzhou-22 berhasil lepas landas dari Jiuquan Satellite Launch Centre di barat laut China menggunakan roket Long March-2F pada pukul 12:11 waktu setempat. Menurut China Manned Space Agency (CMSA), misi peluncuran darurat ini tercapai dengan kesuksesan penuh.
“Pesawat ruang angkasa berhasil terpisah dari roket dan memasuki orbit yang direncanakan. Misi peluncuran adalah kesuksesan yang lengkap,” demikian pernyataan CMSA di akun resmi WeChat mereka.
Setelah peluncuran, Shenzhou-22 bergerak menuju stasiun luar angkasa permanen China, Tiangong, dan berhasil merapat pada pukul 15:50 waktu setempat. Waktu peluncuran hingga perapatan yang singkat ini menegaskan kemampuan China untuk menanggapi situasi kritis di luar angkasa dengan sangat cepat.
Penyebab Misi Darurat
Peluncuran darurat ini dipicu oleh kerusakan yang dialami Shenzhou-20, yang tidak lagi dianggap layak kembali ke Bumi karena retakan pada jendelanya. CMSA menduga kerusakan ini akibat dampak puing-puing luar angkasa (space debris).
Akibat insiden ini, otoritas luar angkasa China terpaksa mengerahkan wahana yang tersisa, Shenzhou-21, jauh lebih cepat dari jadwal semula. Dengan jeda waktu hanya 11 hari tanpa wahana yang layak terbang, risiko keselamatan kru di Tiangong menjadi sangat tinggi. Kedatangan Shenzhou-22 berhasil menghilangkan risiko tersebut, memastikan kru memiliki wahana yang siap untuk misi darurat.
Pejabat CMSA, He Yuanjun, mengatakan, “Peluncuran darurat ini adalah yang pertama bagi China, tetapi saya berharap ini akan menjadi yang terakhir dalam perjalanan umat manusia melalui luar angkasa.”
Baca Juga: China Tegas Melawan Sistem Rudal Golden Dome AS Ini Alasannya
Perbekalan dan Kebutuhan Kru

Selain berfokus pada keselamatan, Shenzhou-22 membawa sejumlah perbekalan penting. Wahana ini dilengkapi peralatan medis, suku cadang untuk Tiangong, serta alat untuk memperbaiki retakan jendela pada Shenzhou-20, yang tetap ditambatkan di stasiun.
Tidak hanya itu, Shenzhou-22 juga membawa kebutuhan sehari-hari kru, termasuk buah-buahan segar, sayuran, daging ayam, steak, dan kue yang dapat. Dimasak menggunakan “oven luar angkasa” di Tiangong. Perbekalan ini memastikan para astronot tetap memiliki nutrisi yang baik selama misi dan memperkuat kesiapan operasional stasiun.
Wahana ini akan tetap ditambatkan hingga sekitar April 2026, ketika akan digunakan untuk mengangkut kru Shenzhou-21 kembali ke Bumi.
Kecepatan dan Protokol Keselamatan China
Peluncuran Shenzhou-22 menegaskan keunggulan protokol darurat China. Negara ini selalu menyiapkan roket cadangan dan pesawat Shenzhou yang siap diluncurkan kapan saja untuk menghadapi risiko yang tidak terduga.
Dengan Shenzhou-22 dan roket pembawanya sudah ditempatkan di pusat peluncuran Jiuquan, China hanya membutuhkan 16 hari untuk melaksanakan prosedur peluncuran darurat. Sebagai perbandingan, prosedur normal misi Shenzhou biasanya memakan waktu sekitar 45 hari.
Kecepatan ini menjadi bukti kesiapan teknis dan manajemen risiko China yang tinggi, sekaligus memperkuat posisi negara ini di arena eksplorasi luar angkasa global.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita-berita terbaru dan teknologi China hanya di CRAZY CHINA.