AS Bereaksi Keras atas Latihan Militer China di Sekitar Taiwan
Amerika Serikat menanggapi latihan militer besar yang dilakukan China di sekitar Taiwan, latihan ini dianggap sebagai bentuk tekanan militer.
Amerika Serikat menilai latihan militer China yang mensimulasikan pengepungan Taiwan sebagai tindakan yang tidak perlu dan provokatif. AS menekankan pentingnya stabilitas di kawasan Asia Timur dan memperingatkan agar ketegangan tidak meningkat akibat manuver militer Beijing. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya di seputaran CRAZY CHINA.
AS Minta China Hentikan Tekanan Militer ke Taiwan
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menegaskan bahwa aktivitas militer China dan retorikanya terhadap Taiwan serta negara-negara lain di kawasan Asia Timur telah meningkatkan ketegangan yang dianggap tidak perlu.
Dalam pernyataan yang dikutip AFP pada Jumat (2/1/2026), Pigott mendesak Beijing untuk menahan diri dan menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan. Ia menekankan pentingnya China untuk beralih ke dialog yang bermakna sebagai cara menyelesaikan ketegangan.
Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan Washington terhadap manuver militer China yang berpotensi mengganggu stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan sekitarnya, serta menegaskan komitmen AS untuk mendorong perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut.
China Gelar Latihan Militer Besar di Sekitar Taiwan
Beijing meluncurkan rudal dan mengerahkan puluhan jet tempur, kapal Angkatan Laut. Serta kapal Penjaga Pantai pada Senin dan Selasa pekan ini dalam latihan militer besar-besaran di sekitar pulau utama Taiwan.
Militer China menyatakan secara terbuka bahwa latihan tersebut mensimulasikan blokade terhadap pelabuhan utama Taiwan. Menunjukkan kemampuan untuk menutup akses laut dan udara jika terjadi konflik.
Langkah China juga memicu kecaman dari Amerika Serikat dan sekutu di kawasan, yang menekankan perlunya menahan diri dan menjaga perdamaian. Sambil mendorong dialog diplomatik sebagai solusi atas ketegangan yang meningkat.
AS Tegaskan Dukungan Perdamaian di Selat Taiwan
China mengklaim Taiwan, yang menganut sistem demokrasi, sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan untuk mencaplok pulau tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada hari Senin bahwa ia tidak khawatir dengan latihan tembak langsung yang dilakukan China, sehingga tampaknya mengesampingkan kemungkinan Presiden China Xi Jinping memerintahkan invasi nyata.
Pernyataan ini mencerminkan posisi AS yang ingin menahan ketegangan sambil tetap menegaskan komitmen terhadap stabilitas regional, meskipun dengan pendekatan diplomasi dan pengawasan terhadap manuver militer Beijing di sekitar Taiwan.
Baca Juga: Masa Depan China di Ujung Tanduk 3,2 Juta Penduduk Hilang di 2026, Krisis Seks Kian Mencekam!
Trump: Xi Jinping Belum Beri Isyarat Invasi ke Taiwan
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping baik dan sejauh ini Xi belum memberi informasi apapun terkait kemungkinan invasi terhadap Taiwan.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun latihan militer China menimbulkan kekhawatiran internasional. AS tidak melihat indikasi langsung bahwa Beijing akan melakukan tindakan agresif nyata terhadap Taiwan.
Sikap Trump ini menekankan pendekatan AS yang lebih mengandalkan diplomasi dan komunikasi antara pemimpin untuk menahan ketegangan. Sambil tetap memantau aktivitas militer China di Selat Taiwan dan kawasan sekitarnya.
Latihan Militer China Memanas
Presiden AS Donald Trump menyoroti bahwa latihan Angkatan Laut China di wilayah sekitar Taiwan sebenarnya telah berlangsung selama 20 tahun. Namun respons internasional kini berbeda akibat ketegangan baru.
Pengerahan kekuatan militer Beijing kali ini terjadi setelah pemerintahan Trump menyetujui penjualan paket persenjataan senilai USD 11 miliar untuk Taiwan. Sebagai bagian dari dukungan Amerika Serikat terhadap kemampuan pertahanan diri pulau tersebut.
AS sendiri telah lama berkomitmen untuk memastikan keamanan Taiwan. Meski tetap menjaga ambiguitas terkait apakah militer Amerika akan secara langsung campur tangan jika terjadi invasi China.
Simak dan ikuti terus informasi menarik lainnya tentang berita terkini hanya di CRAZY CHINA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari SINDOnews.com
- Gambar Kedua dari SINDOnews.com