Heboh! Kapal Induk Terbang China, Fakta Atau Strategi Propaganda?

Dalam lanskap geopolitik modern, ambisi sebuah negara seringkali tercermin dari inovasi teknologi dan proyek-proyek besar yang diusungnya.

Heboh! Kapal Induk Terbang China, Fakta Atau Strategi Propaganda?

Cina, dengan visi futuristiknya, memperkenalkan “Luanniao”, sebuah konsep kapal induk terbang raksasa yang disebut-sebut sebagai senjata super antariksa masa depan. Namun, di balik megahnya gagasan ini, tersembunyi perdebatan sengit, apakah Luanniao adalah tonggak revolusioner dalam teknologi militer, atau sekadar manuver propaganda yang cerdik?

Berikut ini, akan menyelami lebih dalam proyek ambisius ini.

tebak skor hadiah pulsa  

Gerbang Surgawi Dan Kapal Induk Impian

Aviation Industry Corporation of China (AVIC) mengungkap rencana “Nantianmen” atau Gerbang Surgawi, sebuah sistem pertahanan antariksa terpadu. Inti dari proyek ini adalah “Luanniao”, sebuah kapal induk terbang dengan panjang 242 meter, lebar bentang 684 meter, dan bobot lepas landas fantastis, 120.000 ton. Dari wahana raksasa ini, pesawat tempur nirawak luar angkasa bernama “Xuann” akan meluncurkan rudal hipersonik, siap menyerang sasaran di atmosfer maupun orbit.

Juliana S, pakar keamanan antariksa dari SWP Jerman, menyoroti investasi besar Cina di sektor antariksa, menempatkannya di posisi kedua setelah Amerika Serikat. Baginya, antariksa bukan hanya soal teknologi, melainkan juga simbol prestise dan elemen krusial bagi kekuatan militer Cina. Ambisi ini menunjukkan bahwa Beijing memandang dominasi antariksa sebagai bagian integral dari strategi pertahanan nasionalnya.

Perbandingan dengan kapal induk konvensional menunjukkan skala Luanniao yang luar biasa. Meskipun lebih pendek dari USS Gerald R. Ford, Luanniao memiliki bentang yang jauh lebih lebar dan bobot 20 persen lebih besar dari kapal induk terbesar saat ini. Sebuah tayangan 3D di televisi pemerintah Cina, CCTV, menampilkan model Luanniao melayang di atas Bumi, melepaskan pesawat ruang angkasa, dan menembakkan senjata di orbit, memicu perdebatan global.

Batasan Teknis Dan Realitas Sulit

Secara teknis, konsep Luanniao menghadapi tantangan monumental yang melampaui kemampuan roket peluncur masa kini. Merakit kapal seberat 120.000 ton di orbit, bahkan secara modular, memerlukan solusi inovatif untuk masalah pasokan energi, sistem pendorong, pendinginan, dan perlindungan dari sampah antariksa. Biaya proyek semacam ini juga diperkirakan akan sangat besar, menjadikannya nyaris mustahil dengan kapasitas muatan wahana peluncur realistis seperti Starship.

Heinrich Kreft, diplomat dan analis antariksa Jerman, menganggap proyek ini “sepenuhnya tidak realistis dari sudut pandang saat ini.” Namun, ia juga mengakui bahwa banyak fiksi ilmiah dari masa lalu telah menjadi kenyataan. Ini menempatkan Luanniao dalam konteks perlombaan visi masa depan, di mana figur seperti Elon Musk dan Jeff Bezos juga bersaing dalam eksplorasi antariksa dengan gagasan-gagasan revolusioner.

Para ahli menyimpulkan bahwa teknologi saat ini belum mampu merealisasikan Luanniao sepenuhnya. Kesenjangan antara konsep dan implementasi teknis terlalu besar, menunjukkan bahwa proyek ini lebih merupakan aspirasi jangka panjang daripada rencana pembangunan yang konkret dalam waktu dekat. Hal ini memicu pertanyaan tentang tujuan sebenarnya di balik pengumuman megah tersebut.

Baca Juga: SC01, Mobil Sport Listrik Cina, Siap Menggebrak Pasar Eropa Dengan 429 HP

Sinyal Strategis Dan Perang Psikologis

Sinyal Strategis Dan Perang Psikologis

Banyak analisis, terutama dari perspektif Amerika Serikat, membaca Luanniao bukan sebagai cetak biru pembangunan, melainkan sinyal strategis. Majalah The National Interest bahkan menyebutkan bahwa Beijing ingin dunia percaya mereka sedang membangun kapal induk terbang, terlepas dari apakah proyek itu benar-benar akan diwujudkan. Ini adalah bentuk komunikasi yang ditujukan untuk audiens global.

Visi ini sengaja mengaburkan batas antara fiksi ilmiah dan realitas teknologi, bertujuan membuat Barat gelisah dan mendorong mereka menghabiskan sumber daya dalam menanggapi potensi ancaman ini. Kreft menafsirkan pengumuman Luanniao sebagai pesan dalam perang psikologis melawan Amerika Serikat. Khususnya di tengah ketegangan terkait Taiwan, layaknya Cina “menanam tanda, meninggalkan jejak.”

Luanniao hanyalah satu dari serangkaian pengumuman senjata super Cina, yang seringkali dinilai tidak realistis oleh pakar Barat, namun efektif sebagai bagian dari lanskap ancaman. ​Ini menunjukkan strategi Cina untuk menggunakan propaganda dan pameran kekuatan untuk memengaruhi persepsi global dan mendikte narasi keamanan.​

Perlombaan Senjata Antariksa Dan Kredibilitas

Juliana S melihat proyek Luanniao sebagai upaya pencegahan, tentang “menunjukkan kekuatan dan memproyeksikan kekuasaan lintas dimensi.” Ia menafsirkan presentasi Luanniao sebagai respons terhadap rencana pertahanan rudal Amerika Serikat di luar angkasa, seperti proyek “Golden Dome” yang ambisius. Ini menandakan sebuah perlombaan senjata baru di era antariksa.

Namun, bagi S, kunci pencegahan tetaplah kredibilitas. Pertanyaan besarnya adalah apakah proyek sebesar dan seambisius kapal induk ruang angkasa ini benar-benar dapat dipercaya. Di area abu-abu inilah Luanniao berfungsi paling efektif. Sebagai ancaman raksasa yang memberikan keuntungan politik bahkan sebelum sepotong logam pun dirakit. Menciptakan ketidakpastian dan memaksa pihak lain untuk bereaksi.

Kreft menyebutnya “humbug, perang psikologis,” namun tetap mengingatkan dunia untuk tidak lengah. Cina terus mengembangkan berbagai proyek futuristik, termasuk senjata laser, di mana Beijing “tampak lebih maju dibanding siapa pun.” Ini menunjukkan bahwa terlepas dari realitas teknis Luanniao, ambisi Cina dalam inovasi militer antariksa tetap menjadi kekuatan yang perlu diperhitungkan.

Jangan lewatkan informasi terkini tentang berita, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari democrazy.id
  • Gambar Kedua dari democrazy.id

Similar Posts