Revolusi Hijau China, Produsen Mobil Listrik Wajib Bangun Stasiun Daur Ulang Baterai!

China memaksa produsen mobil listrik membangun stasiun daur ulang baterai, memicu perdebatan antara risiko dan peluang emas.

China memaksa produsen mobil listrik membangun stasiun daur ulang baterai

China, raksasa industri kendaraan listrik, mengeluarkan aturan ketat daur ulang baterai EV melalui Interim Measures for the Management of Recycling of Retired Power Batteries of NEVs. Mulai 1 April, produsen wajib mendirikan stasiun daur ulang dan menjaga baterai tetap terpasang saat dibongkar, menandai era baru keberlanjutan industri EV.

Di bawah ini, temukan beragam informasi menarik dan update terbaru seputar wisata serta berita eksklusif dari CRAZY CHINA.

tebak skor hadiah pulsa  

Era Baru Daur Ulang Baterai EV di China

Industri daur ulang baterai EV sebelumnya menghadapi tantangan serius, termasuk keterbatasan infrastruktur dan risiko kebakaran. Proses pembongkaran yang mahal akibat desain baterai yang belum terstandarisasi juga menjadi hambatan. Namun, China telah menjadi pemimpin dalam industri ini, berkat banyaknya produsen EV yang berasal dari negara tersebut.

Pada Oktober 2025, perusahaan lokal di China telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memulihkan material. Mereka berhasil memulihkan 96,5 persen litium serta 99,6 persen nikel, kobalt, dan mangan dari baterai bekas. Angka ini menunjukkan potensi besar China dalam mengelola limbah baterai secara efisien.

Meskipun demikian, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China bersama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) mengambil langkah proaktif. Mereka membentuk komite teknis nasional tahun lalu untuk menstandarisasi daur ulang baterai. Pada 16 Januari, regulator menetapkan standar baru yang lebih komprehensif.

Sistem Pelacakan Dan Standarisasi Komprehensif

Berdasarkan “Measures of Management”, MIIT akan membangun platform informasi nasional untuk melacak baterai kendaraan energi baru (NEV) sepanjang siklus hidupnya. Pelacakan ini meliputi produksi, penjualan, perbaikan, penggantian, pembongkaran, daur ulang, hingga pemanfaatan lanjutan, memastikan setiap baterai tercatat dengan baik.

Sistem ini dirancang untuk memudahkan pelacakan baterai bekas, memungkinkan pemerintah dan industri memantau pergerakan baterai secara efisien. Dengan demikian, risiko baterai bekas yang tidak terkelola dengan baik dapat diminimalisir, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.

China juga akan mengembangkan sistem standar untuk pemanfaatan komprehensif baterai EV, didukung oleh demonstrasi dan promosi teknologi baru. Selain itu, produsen dan importir baterai EV diwajibkan menggunakan material rendah toksisitas dan mudah didaur ulang dalam proses produksi, serta memberi identifikasi sesuai standar GB/T 34014.

Baca Juga: China Bangun Internet Bawah Laut, Revolusi Digital Global Dimulai

Kewajiban Produsen Dan Importir

 Kewajiban Produsen Dan Importir

Produsen dan importir NEV kini diwajibkan menyerahkan informasi teknis, termasuk panduan pembongkaran dan pelepasan baterai, dalam waktu enam bulan setelah memperoleh sertifikasi produk wajib. Informasi baterai juga harus diserahkan dalam waktu 20 hari setelah menerima sertifikat kesesuaian, demi transparansi dan akuntabilitas.

Setiap produsen atau importir baterai EV juga harus memenuhi kewajiban daur ulang, termasuk mendirikan stasiun layanan daur ulang di wilayah penjualan. Mereka harus mempublikasikan dan memperbarui informasi kontak stasiun daur ulang, serta menerima seluruh baterai bekas yang wajib didaur ulang dari konsumen.

Ketentuan yang sama berlaku bagi entitas penjual kendaraan energi baru di China. Baterai EV diwajibkan tetap melekat pada kendaraan saat pembongkaran. Pemanfaatan baterai bekas harus mematuhi hukum dan standar yang berlaku, serta perusahaan penukaran dan layanan baterai wajib menyerahkan baterai bekas ke pusat daur ulang resmi.

Prospek Cerah Industri Daur Ulang

Menurut laporan Autohome, lembaga riset di China memperkirakan jumlah baterai bekas akan mencapai 1 juta ton pada tahun 2030. CarNewsChina melaporkan bahwa pasar daur ulang baterai di China mencapai 558 miliar yuan (sekitar 78 miliar dolar AS) tahun lalu, menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar.

Pemimpin industri saat ini adalah Brunp Recycling, afiliasi CATL, yang mengklaim menguasai 50,4 persen daur ulang baterai EV di China. Perusahaan ini memiliki kapasitas terpasang mencapai 120.000 ton limbah, menegaskan dominasinya dalam pasar yang berkembang pesat ini.

Kebijakan baru ini juga membuka peluang besar untuk peningkatan jumlah stasiun daur ulang. Setiap produsen dan importir baterai atau NEV kini bertanggung jawab langsung atas baterai bekas, yang diharapkan akan mendorong investasi lebih lanjut dalam infrastruktur daur ulang dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja hijau.

Ikuti terus berbagai informasi menarik seputar berita terkini, wisata, dan teknologi China, eksklusif hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  • Gambar Kedua dari medcom.id

Similar Posts