Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Picu Amarah China

Amerika Serikat melakukan operasi militer berskala besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Picu Amarah China

Pasukan AS menyerang sasaran militer di ibu kota Caracas dan berhasil mengambil alih kepemimpinan negara tersebut pada awal Januari 2026. Trump sendiri mengonfirmasi penangkapan itu dan menyatakan Maduro akan dihadapkan pada persidangan di AS atas tuduhan narkotika dan narco-terorisme yang sudah lama dibawa ke ranah hukum federal di New York.

Operasi ini bukan sekadar penahanan. Tetapi juga mencakup kontrol sementara terhadap struktur pemerintahan dan bahkan pengumuman bahwa Amerika akan ikut “memulihkan” situasi di Venezuela demi stabilitas.

Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

tebak skor hadiah pulsa  

Operasi Militer AS Penangkapan Maduro

Menurut pernyataan resmi dari Trump. Operasi militer besar-besaran dilancarkan pada Sabtu, 3 Januari 2026. Yang melibatkan serangan ke berbagai titik strategis di ibu kota Venezuela oleh unit-unit elite militer AS.

Beberapa foto dan video yang dipublikasikan menunjukkan Maduro berada dalam tahanan di kapal Angkatan Laut USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan federal. Termasuk narkotrafik dan keterlibatan dengan kelompok bersenjata yang ditetapkan sebagai teroris.

Penggunaan kekuatan militer dalam menangkap kepala negara asing merupakan langkah yang sangat tidak biasa dan menandai eskalasi dramatis dari kebijakan luar negeri AS.

Langkah ini dipandang oleh pemerintah Trump sebagai tindakan penegakan hukum terhadap seorang pemimpin yang dituduh terlibat dalam kejahatan terorganisir berskala besar.

Namun, lawan politik di dalam negeri AS sekaligus para pakar hukum internasional memperingatkan bahwa operasi semacam ini berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap norma-norma kedaulatan negara dan preseden penggunaan kekuatan di luar otorisasi internasional.

Reaksi China Atas Penangkapan Maduro

Salah satu respons internasional yang paling tegas datang dari Pemerintah China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Beijing “sangat terkejut” dan “mengutuk keras” penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat seperti Venezuela serta penangkapan presidennya.

China menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran jelas terhadap hukum internasional, piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serta prinsip-prinsip dasar hubungan antara negara-negara yang berdaulat.

China menyerukan agar AS segera membebaskan Maduro dan istrinya serta menyelesaikan isu melalui dialog dan negosiasi. Bukan melalui aksi militer sepihak.

Dalam pernyataannya. Beijing juga mengingatkan bahwa tidak ada satu pun negara yang boleh bertindak sebagai “polisi dunia”. Sebuah sindiran langsung terhadap langkah militer AS yang dinilai China sebagai bentuk hegemonisme.

Sikap China ini dipandang sebagai dukungan strategis terhadap kedaulatan Venezuela. Yang selama bertahun-tahun menjadi mitra penting Beijing. Terutama dalam kerja sama ekonomi dan energi.

Baca Juga: China Bangun Jaringan Kereta Cepat Terpanjang di Dunia, Target 60.000 KM!

Amerika Serikat Tegaskan Legalitas Operasi

Amerika Serikat Tegaskan Legalitas Operasi

Pemerintah AS, melalui Trump dan pejabat tinggi lainnya. Berulang kali menegaskan bahwa operasi di Venezuela adalah bagian dari upaya penegakan hukum dan konsolidasi keamanan nasional.

Trump menyatakan bahwa penangkapan tersebut tidak akan merugikan hubungan AS dengan negara lain. Termasuk China, dan bahwa tindakan itu merupakan respons terhadap dakwaan serius yang menjerat Maduro.

Ia juga menyatakan AS kini mengontrol situasi di Venezuela dan berniat membuka akses pasar minyaknya bagi kepentingan ekonomi global.

Namun, klaim legalitas ini diperdebatkan secara luas. Kritikus internasional menilai bahwa operasi militer yang memaksakan hukum AS di luar negerinya sendiri melampaui batas hukum internasional dan merusak norma kedaulatan negara.

Banyak negara mempertanyakan dasar hukum ekstradisi paksa seorang kepala negara tanpa persetujuan internasional yang jelas.

Dampak dan Isu Hukum Internasional

Penangkapan Maduro oleh militer AS telah memicu perdebatan luas mengenai legalitas dan dampaknya terhadap hukum internasional.

Banyak negara dan lembaga internasional yang menyatakan keprihatinan bahwa operasi tersebut dapat menciptakan preseden berbahaya di mana negara-negara besar merasa berhak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan atau menangkap pemimpin negara lain atas dasar dugaan kejahatan yang belum melalui proses hukum internasional yang jelas.

Seruan agar tindakan semacam ini bertentangan dengan prinsip non-intervensi dan kedaulatan negara semakin menguat setelah sejumlah negara mengecam tindakan AS di forum internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah pemerintah Eropa menyuarakan kekhawatiran bahwa operasi ini dapat merusak norma internasional yang sudah berulang kali ditegaskan. Termasuk larangan penggunaan kekuatan terhadap negara lain tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa kekhawatiran di luar Amerika terbesar tertuju pada bagaimana tindakan ini dapat memicu ketidakstabilan regional dan membahayakan upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik internal Venezuela.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di CRAZY CHINA.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari international.sindonews
  • Gambar Kedua dari dawn.com

Similar Posts